17, 2026
Nasional

Antisipasi Abu Erupsi Anak Krakatau, TK-SMP di Kota Bogor Terapkan 2 Hari PJJ

Pemkot Bogor terapkan Pembelajaran Jarak Jauh selama dua hari untuk TK, SD, dan SMP akibat erupsi Gunung Anak Krakatau demi keselamatan siswa.]]>

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Antisipasi Abu Erupsi Anak Krakatau, TK-SMP di Kota Bogor Terapkan 2 Hari PJJ

Antisipasi Abu Vulkanik, Sekolah di Bogor Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada akhir pekan lalu mengakibatkan hujan abu vulkanik menutupi beberapa wilayah di Provinsi Banten dan Jawa Barat. Sebagai antisipasi dampak terhadap kesehatan siswa, Pemerintah Kota Bogor resmi menginstruksikan seluruh jenjang pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari, Senin dan Selasa (4-5 Juni 2024).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Dr. Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa keputusan ini diambil setelah memantau kondisi kualitas udara di beberapa titik di Kota Bogor. "Berdasarkan hasil monitoring dari Dinas Lingkungan Hidup, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di udara masih berada di atas ambang batas normal. Untuk itu, kita harus waspada terhadap potensi dampak kesehatan bagi siswa, terutama yang berusia dini," ujar Fauzi dalam konferensi pers yang digelar di kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor, Senin pagi.

Kondisi Cuaca dan Penyebaran Abu Vulkanik

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (1 Juni 2024) menghasilkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak gunung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa arah angin saat ini membawa partikel-partikel abu vulkanik menuju barat daya, yang mencakup wilayah Selat Sunda, sebagian wilayah Banten, dan beberapa kota di Jawa Barat termasuk Kota Bogor.

"Meskipun konsentrasi abu di Kota Bogor belum berbahaya, namun kita tidak bisa mengabaikan potensi dampak jangka pendek terhadap sistem pernafasan siswa. Anak-anak lebih rentan terhadap polusi udara karena sistem imun mereka masih dalam tahap perkembangan," jelas dr. Siti Nurhaliza, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Mekanisme Pembelajaran Jarak Jauh

Selama dua pelaksanaan PJJ, para guru diminta untuk menyampaikan materi pembelajaran secara daring melalui berbagai platform digital. "Kami telah mempersiapkan beberapa alternatif bagi para guru dan siswa. Beberapa sekolah menggunakan aplikasi pembelajaran yang sudah terintegrasi dengan kurikulum, sementara yang lain menggunakan video conference dan platform pesan instan," jelas Fauzi.

Ia menambahkan bahwa Dinas Pendidikan telah menyediakan bantuan kuota internet bagi siswa yang membutuhkan. "Kami bekerja sama dengan beberapa provider layanan internet untuk menyediakan paket data edukasi dengan harga terjangkau. Tujuannya adalah agar tidak ada siswa yang terkucar-kucar karena masalah akses internet," tambahnya.

Persiapan dari Pihak Sekolah

Beberapa sekolah di Kota Bogor telah mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi situasi ini. SMP Negeri 5 Kota Bogor, misalnya, telah mengadakan rapat koordinasi dengan para guru orang tua pada Minggu (2 Juni) lalu. "Kami meminta para orang tua untuk memastikan anak-anak dapat mengakses platform pembelajaran yang digunakan sekolah. Jika ada kendala teknis, guru-guru akan membantu menyesuaikan," ujar Kepala Sekolah SMPN 5 Bogor, Budi Santoso.

Sementara itu, di tingkat TK, para guru disiapkan untuk memberikan tugas-tugas sederhana yang dapat dilakukan di rumah bersama orang tua. "Untuk siswa TK, pembelajaran lebih banyak berbasis kegiatan praktis dan interaksi dengan orang tua. Kami akan memberikan panduan bagi orang tua tentang kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan anak tanpa harus menggunakan layar gadget terlalu lama," jelas Kepala TK Islam Terpadu Al-Fathiyah, Hj. Rina Amelia.

Tanggapan Orang Tua dan Siswa

Kebijakan ini mendapat berbagai respon dari orang tua siswa. Ibu Siti Aminah, orang tua siswa kelas 3 SD, mengaku mendukung langkah ini. "Meskipun sedikit merepotkan karena harus mengawasi anak belajar di rumah, tapi saya lebih memilih aman daripada memaksa anak beraktivitas di luar saat kondisi udara tidak baik," ucapnya.

Sementara itu, beberapa siswa tampak antusias dengan kebijakan PJJ. "Senang bisa belajar di rumah, tapi harus rajin ya. Nanti kalau udara udah bersih, balik lagi ke sekolah," kata Ahmad, siswa kelas 6 SD.

Monitoring dan Evaluasi

Dinas Pendidikan Kota Bogor akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara. "Kami akan evaluasi kembali setelah dua hari. Jika kondisi udara masih memprihatinkan, mungkin akan ada perpanjangan PJJ. Namun jika sudah membaik, kami akan kembali ke pembelajaran tatap muka," jelas Fauzi.

Ia menambahkan bahwa selama PJJ berlangsung, Dinas Pendidikan akan membuka hotline untuk menerima keluhan atau masalah dari para siswa dan guru. "Kami ingin memastikan bahwa proses pembelajaran tetap berjalan efektif meskipun dalam kondisi seperti ini," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter