24, 2026 ID
Bisnis

AFPI Dorong Pindar Perkuat Fondasi dan Pacu Pembiayaan Produktif

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mendorong Pindar, platform pinjaman daring yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memperkuat fondasi bisnisnya di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Dor

AFPI Dorong Pindar Perkuat Fondasi dan Pacu Pembiayaan Produktif

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mendorong Pindar, platform pinjaman daring yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memperkuat fondasi bisnisnya di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Dorongan tersebut dinilai penting agar pertumbuhan perusahaan tidak semata bertumpu pada ekspansi volume penyaluran dana, tetapi juga ditopang tata kelola yang baik, manajemen risiko yang disiplin, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Menurut AFPI, penguatan fondasi bisnis menjadi prasyarat utama bagi platform untuk mempercepat pembiayaan produktif, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah. Pembiayaan produktif dinilai membawa dampak berganda bagi perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas produksi, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku usaha yang selama ini kesulitan memperoleh pembiayaan dari perbankan konvensional.

AFPI menilai segmen pembiayaan produktif menjadi arah pertumbuhan yang lebih sehat dibandingkan pendanaan konsumtif. Penyaluran dana untuk modal usaha cenderung memiliki kualitas kredit yang lebih terjaga apabila disertai pendampingan dan penilaian kelayakan yang memadai. Karena itu, platform didorong memperkuat proses underwriting, memanfaatkan teknologi dan analisis data untuk menilai profil peminjam, serta menjaga transparansi biaya kepada pengguna.

Fondasi Bisnis Kunci Pacu Pembiayaan Produktif

Bagi pelaku usaha di daerah, kehadiran platform fintech lending yang sehat menjadi alternatif pembiayaan yang cepat dan mudah diakses. Banyak UMKM di luar Pulau Jawa yang belum tersentuh layanan perbankan, sehingga peran platform digital dinilai strategis dalam menjembatani kebutuhan modal kerja dan ekspansi usaha. Namun, kepercayaan publik hanya akan tumbuh apabila industri berjalan dengan prinsip perlindungan konsumen dan penyaluran dana yang bertanggung jawab.

AFPI menegaskan bahwa kolaborasi antara pelaku industri dan regulator menjadi kunci keberlanjutan sektor ini. Dengan fondasi yang kuat, platform seperti Pindar diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendorong inklusi keuangan nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi, termasuk di wilayah Indonesia bagian timur yang membutuhkan akselerasi pembiayaan produktif. Ke depan, industri fintech lending diproyeksikan terus tumbuh seiring meningkatnya adopsi digital di kalangan UMKM.

Dorongan AFPI ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pertumbuhan industri tidak cukup diukur dari angka penyaluran, melainkan dari kualitas pembiayaan dan dampaknya terhadap perekonomian riil. Langkah ini relevan bagi pelaku usaha di daerah yang mulai melirik pendanaan digital sebagai sumber modal pengembangan bisnis. Dengan memperkuat fondasi bisnis dan memacu pembiayaan produktif, industri fintech lending diharapkan menjadi pilar pendukung kebangkitan UMKM nasional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag