17, 2026
Teknologi

4 Bandara Masih Ditutup hingga Jam 6 Sore Imbas Erupsi Anak Krakatau

Penutupan penerbangan di empat bandara imbas abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau diperpanjang. Penutupan diperpanjang sampai pukul 18.00 WIB.]]>

Dian Simanjuntak
Dian Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

4 Bandara Masih Ditutup hingga Jam 6 Sore Imbas Erupsi Anak Krakatau

4 Bandara Masih Ditutup hingga Jam 6 Sore Imbas Erupsi Anak Krakatau

Empat bandara di wilayah Lampung dan Banten masih dalam status ditutup hingga pukul 18.00 WIB pada Rabu (25/10/2023) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan abu vulkanik menutup langit. Keempat bandara yang terdampak adalah Bandara Radin Inten II Bandar Lampung, Bandara Silakarang, Bandara Kertajati, dan Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kementerian Perhubungan, Adi Sulistyo, keputusan penutupan bandara dilakukan untuk mengantisipasi bahaya akibat adanya abu vulkanik yang dapat mengganggu operasi penerbangan. "Abu vulkanik dapat merusak mesin pesawat dan mengganggu visi pilot saat penerbangan," ujar Adi dalam keterangannya, Rabu siang.

Dampak Operasional Penerbangan

Penutupan keempat bandara ini telah mengakibatkan sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan. Maskapai-maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air telah menginformasikan kepada penumpang tentang kemungkinan penundaan atau pembatalan penerbangan. Penumpang diminta untuk selalu memeriksa status penerbangan mereka melalui aplikasi atau website maskapai masing-masing.

Untuk Bandara Soekarno-Hatta, pihak pengelola telah menyediakan area tunggu khusus bagi penumpang yang penerbangannya terdampak. "Kami telah mempersiapkan ruang tunggu dan fasilitas pendukung lainnya untuk memastikan kenyamanan penumpang selama menunggu informasi lebih lanjut," jelas Corporate Secretary Angkasa Pura II, Febri Tito.

Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengaktifkan tim tanggap darurat untuk memantau situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau. Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah diterjunkan untuk memantau aktivitas gunung tersebut.

"Kami telah meningkatkan status waspada Gunung Anak Krakatau level II (waspada). Kegiatan vulkanisme gunung ini terus dipantau secara intensif," kata Kepala PVMBG, Kasbani. Ia menambahkan bahwa masyarakat di sekitar perbatasan Selat Sunda diminta untuk tetap waspada terhadap potensi gempa vulkanik dan tsunami yang mungkin terjadi.

Kondisi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Selasa (24/10/2023) malam dengan luncuran awan panas setinggi 500 meter dari puncak gunung. Erupsi ini disertakan dengan guguran material vulkanik yang mencapai area laut di sekitar gunung.

Menurut data PVMBG, sejak September 2023, Gunung Anak Krakatau telah menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Frekuensi gempa vulkanik terus meningkat dengan amplitudo yang bervariasi. "Kami mendeteksi sekitar 50 gempa vulkanik setiap jam, menunjukkan adanya tekanan tinggi di dalam kamar magma gunung," jelas seorang petugas PVMBG yang tidak mau disebutkan namanya.

Tanggapan Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda, terutama di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pandeglang, mengungsi ke daratan lebih dalam karena khawatir terjadi tsunami. Pemerintah Daerah setempat telah membuka posko pengungsian dan menyediakan tenda darurat serta logistik pendukung.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah. "Pemerintah daerah telah siap menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi. Kami meminta masyarakat untuk tidak berbohong informasi dan mengikuti update resmi dari pihak berwenang," ujarnya.

Di tengah situasi darurat ini, pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi terkait kondisi gunung dan dampaknya akan terus diperbarui secara berkala.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Simanjuntak

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter