BRI Super League: Ditaklukkan Persib, Darije Kalezic Akui Balsa Sekulic Jadi Mimpi Buruk PSM
PSM Makassar harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor 1-2 dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (25/3/2023). Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim berjulang Laskar Rajawali yang sebelumnya masih menempati posisi klasemen sementara.
Dalam pertandingan yang berlangsung cukup sengit, Persib berhasil menunjukkan dominasi melalui gol-gol yang dicetak oleh Ezechiel N'Douassel dan Vladimir Vujovic. Sementara itu, satu-satunya gol PSM dibukukan oleh Balsa Sekulic pada menit ke-78.
Performa Menurun Pasca Kemenangan Atas Persija
Kekalahan ini menjadi penurunan performa PSM setelah sebelumnya berhasil meraih kemenangan dramatis atas Persija Jakarta dengan skor 3-2. Darije Kalezic, pelatih PSM, mengakui bahwa timnya tidak menunjukkan performa terbaik dalam laga melawan Persib.
"Kami kehilangan banyak pelangan emas di depan gawang. Para pemain tampak kurang fokus dan tidak maksimal dalam menjalankan instruksi. Persib memanfaatkan kesalahan kami dengan sangat baik," ujar Darije seusai pertandingan.
Balsa Sekulic: Mimpi Buruk yang Tak Terduga
Salah satu sorotan utama dalam pertandingan ini adalah performa Balsa Sekulic. Pemain asal Serbia ini menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan PSM. Ibu jari Balsa dalam mencetak gol dan memberikan assist menjadi faktor penentu kemenangan Persib.
Darije Kalezic secara khusus menyebut Balsa sebagai ancaman yang sulit diatasi oleh anak asuhnya. "Balsa adalah pemain dengan kualitas individu tinggi. Ia mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam sekejab. Pada hari ini, ia benar-benar menjadi mimpi buruk bagi kami," tutur Darije.
Balsa sendiri menunjukkan performa apik dengan mencetak satu gol dan memberikan satu assist. Kecepatan dan teknik menggiring bola menjadi senjata ampuhnya yang sulit diantisipasi oleh bek PSM.
Strategi Persib yang Efektif
Di bawah arahan pelatih Robert Alberts, Persib menunjukkan strategi permainan yang sangat efektif. Tim Maung Bandung berhasil menguasai jalannya pertandingan dengan permainan serangan balik cepat yang memanfaatkan kecepatan pemain sayap seperti Achmad Jufriyanto dan Dimas Drajad.
"Kami mempelajari kelemahan PSM dan memanfaatkannya. Mereka cenderung meninggalkan ruang di sayap saat menyerang, dan itu yang kami manfaatkan," jelas Alberts.
Sementara itu, lini pertahanan Persib yang dipimpin oleh Bojan Malisic juga tampil solid. Mereka berhasil membatasi ruang gerak pemain depan PSM seperti Ilham Udin Arma dan Yance Sayur.
Implications Klasemen dan Jangka Panjang
Dengan hasil ini, Persib berhasil naik ke peringkat ke-3 klasemen sementara dengan raihan 35 poin dari 24 pertandingan. Sementara itu, PSM turun ke posisi ke-5 dengan koleksi 33 poin.
Kekalahan ini menjadi tantangan bagi PSM menjelang pertandingan-pertandingan penting di fase selanjutnya. Darije Kalezic mengakui bahwa timnya perlu melakukan evaluasi mendalam untuk segera bangkit.
"Kami harus segera bangkit. Liga masih panjang dan ada banyak pertandingan penting di depan. Evaluasi akan kami lakukan secara menyeluruh untuk memperbaiki performa tim," pungkas Darije.
Sementara itu, Robert Alberts menegaskan bahwa kemenangan ini bukan akhir dari perjuangan bagi Persib. "Kami tetap fokus pada target kami di musim ini. Satu kemenangan tidak membuat kita puas, kami akan terus berjuang hingga akhir musim," ujarnya.
Komentar (0)