17, 2026
Nasional

Warga RI Pilih Kredit EV Daripada Mobil Bekas, Pembiayaan Naik 103%

Minat masyarakat Indonesia terhadap cicilan mobil listrik dan hybrid meningkat, dengan pembiayaan bekas tumbuh 103% yoy menjadi Rp1,52 triliun pada Juli 2026.]]>

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Warga RI Pilih Kredit EV Daripada Mobil Bekas, Pembiayaan Naik 103%

Warga RI Pilih Kredit EV Daripada Mobil Bekas, Pembiayaan Naik 103%

Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam pembiayaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), mencatat pertumbuhan hingga 103% pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan pergeseran minat masyarakat Indonesia dari kendaraan konvensional, termasuk mobil bekas, menuju kendaraan listrik yang didukung program pemerintah dan tingkat kesadaran lingkungan yang meningkat.

Lonjakan Pembiayaan EV Mencapai Puncak

Data terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Keuangan (ASPK) menunjukkan bahwa nilai pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2023 mencapai Rp 7,5 triliun, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 3,7 triliun. Pertumbuhan ini menjadikan EV sebagai salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dalam industri otomotif Indonesia.

"Pertumbuhan pembiayaan EV ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya adalah insentif fiskal dari pemerintah, tingkat literasi masyarakat mengenai keuntungan ekonomi jangka panjang, serta jaringan pengisian listrik yang semakin membaik," ujar Ketua ASPK, Budi Santoso dalam konferensi pers virtual.

Faktor Penentu Pergeseran Minat Konsumen

Salah satu alasan utama masyarakat beralih ke EV adalah biaya operasional yang lebih rendah. Meskipun harga pembelian awal EV cenderung lebih tinggi daripada mobil bekas konvensional, konsumen mengakui bahwa biaya perawatan dan pengisian bahan bakar listrik jauh lebih murah dibandingkan dengan bensin atau solar.

"Setelah menghitung total biaya kepemilikan selama tiga tahun, ternyata lebih menguntungkan membeli EV baru daripada mobil bekas meskipun harga awalnya lebih mahal," kata Rina, seorang warga Jakarta yang baru saja mengajukan kredit untuk mobil listrik.

Selain itu, program insentif pemerintah seperti bea masuk nol persen untuk kendaraan listrik hingga 95% untuk komponen dalam negeri, serta subsidi untuk pengembangan infrastruktur pengisian listrik, turut mendorong minat masyarakat.

Tren Pasar dan Respons Industri

Lonjakan permintaan ini mendorong sejumlah produsen mobil, baik lokal maupun internasional, untuk memperbanyak varian produk EV mereka. Beberapa merek seperti Wuling, Hyundai, dan Toyota telah meluncurkan model EV dengan harga yang lebih terjangkau untuk menjangkau segmen menengah.

"Industri otomotif sedang dalam transisi yang signifikan. Produsen harus beradaptasi dengan permintaan pasar yang berubah cepat. Kami melihat adanya potensi besar di pasar Indonesia, terutama untuk segmen EV," kata Direktur Utama salah satu dealer mobil ternama, Ahmad Fauzi.

Bank-bank dan lembaga pembiayaan juga menunjukkan respons positif dengan menawarkan produk khusus untuk pembiayaan EV dengan suku bunga yang lebih kompetitif. Beberapa lembaga keuangan bahkan bekerja sama langsung dengan produsen untuk menyediakan paket kredit menarik.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meskipun menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, sektor EV di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Infrastruktur pengisian listrik yang belum merata menjadi salah satu hambatan utama, terutama di daerah pedalaman. Selain itu, harga kendaraan listrik yang masih relatif tinggi dibandingkan mobil bekas juga menjadi pertimbangan bagi sebagian konsumen.

"Kami sedang fokus untuk memperluas jaringan pengisian listrik, khususnya di luar Pulau Jawa. Dalam tiga tahun ke depan, target kami adalah memiliki 50.000 titik pengisian listrik di seluruh Indonesia," kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif.

Prospek Masa Depan

Dengan berbagai upaya yang sedang dilakukan, prediksi industri otomotif Indonesia optimistis bahwa tren peningkatan pembiayaan EV akan terus berlanjut. Pemerintah menargetkan bahwa pada tahun 2030, kendaraan listrik akan mencapai 20% dari total kendaraan baru yang terdaftar di Indonesia.

"Peningkatan 103% dalam pembiayaan EV menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia siap mengadopsi teknologi ini. Kombinasi antara dukungan pemerintah, kesadaran lingkungan, dan pertumbuhan infrastruktur akan mendorong transformasi transportasi menuju yang lebih hijau di masa depan," ujar analis otomotif dari Lembaga Penelitian Ekonomi, Maya Sari.

Dengan semakin banyaknya pilihan produk dan dukungan infrastruktur yang memadai, prediksi sektor otomotif Indonesia akan terus tumbuh pesat dengan EV sebagai salah satu motor penggerak utama dalam transformasi industri otomotif nasional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter