Wakil Ketua MPR Dorong Kebijakan Keberlanjutan untuk Program Literasi dan Numerasi
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menekankan pentingnya memastikan keberlanjutan program literasi dan numerasi di Indonesia. Menurutnya, program yang telah berjalan selama ini perlu mendapat dukungan kebijakan yang lebih kuat untuk mencapai target yang diharapkan dalam peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung di kalangan masyarakat.
Dalam sebuah forum diskusi yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, Wakil Ketua MPR menyatakan bahwa literasi dan numerasi merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Tanpa kemampuan dasar ini, masyarakat akan kesulitan mengakses informasi, mengikuti perkembangan zaman, serta berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi modern.
Target dan Tantangan Program Literasi-Numerasi
Program literasi dan numerasi telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional. Target yang ingin dicapai adalah peningkatan kemampuan literasi dan numerasi pada siswa sekolah dasar dan menengah hingga mencapai 70 persen pada tahun 2024.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak tantangan yang dihadapi. Beberapa di antaranya meliputi ketimpangan akses pendidikan kualitas di daerah terpencil, kualitas guru yang belum merata, serta kurangnya sarana prasarana pendukung seperti perpustakaan dan sumber belajar yang memadai.
"Kami melihat masih banyak sekolah di pelosok negeri yang belum memiliki akses terhadap sumber belajar yang memadai. Padahal, kemampuan literasi dan numerasi sangat tergantung pada ketersediaan sumber belajar yang berkualitas," ujar Wakil Ketua MCR tersebut.
Upaya Sinergi Berbagai Pihak
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, Wakil Ketua MPR mengajak seluruh pihak untuk bersinergi. Pemerintah, dunia usaha, lembaga swasta, serta masyarakat perlu turut berpartisipakt dalam mensukseskan program literasi dan numerasi.
"Sinergi ini penting untuk memastikan program berkelanjutan. Tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tapi juga perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat," tambahnya.
Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain adalah program bacaan di masyarakat, pelatihan guru, serta penyediaan fasilitas belajar digital. Namun, menurutnya, masih perlu ditingkatkan lagi kualitas dan jangkauannya.
Kebijakan yang Diperlukan
Untuk memastikan keberlanjutan program ini, Wakil Ketua MCR mengusulkan beberapa kebijakan yang perlu diterapkan. Pertama, perlu adanya kebijakan yang mengikat dalam peningkatan anggaran untuk program literasi dan numerasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Kedua, perlu dibentuk lembaga atau mekanisme yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan literasi dan numerasi agar tidak tumpang tindih dan lebih efektif. Lembaga ini dapat beranggotan dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi pendidikan, serta tokoh masyarakat.
Ketiga, perlu ditingkatkan peran teknologi dalam mendukung program literasi dan numerasi. Pengembangan platform belajar digital, aplikasi pembelajaran interaktif, serta akses internet di daerah terpencil menjadi hal yang krusial.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan adanya dukungan kebijakan yang kuat dan sinergi berbagai pihak, diharapkan program literasi dan numerasi dapat berjalan secara berkelanjutan dan mencapai target yang diharapkan. Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Sumber daya manusia yang berliterasi dan bernumerasi adalah kunci utama dalam membangun Indonesia yang maju dan berkualitas. Mari kita bersama-sama memastikan program ini berjalan dengan baik untuk masa depan bangsa yang lebih cerdas," pungkas Wakil Ketua MPR.
Komentar (0)