17, 2026
Nasional

Kebakaran TPA Galuga Bogor: Api Masih Melahap 2,4 Hektare Tumpukan Sampah

Tim gabungan terus memadamkan kebakaran di TPAS Galuga, Bogor. Dari 8,4 hektare yang terbakar, kini tersisa 2,4 hektare. Upaya pemadaman berlangsung 24 jam.]]>

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kebakaran TPA Galuga Bogor: Api Masih Melahap 2,4 Hektare Tumpukan Sampah

Kebakaran TPA Galuga Bogor: Api Masih Melahap 2,4 Hektare Tumpukan Sampah

Api masih terus membara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Jawa Barat. Kebakaran yang terjadi sejak Kamis (15/9) siang hingga Jumat (16/9) pagi ini telah menghanguskan area seluas 2,4 hektare. Upat pemadaman masih terus dilakukan oleh puluhan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bogor dan petugas pemadam kebakaran.

Kepala BPBD Bogor, Eka Firmansyah, mengatakan bahwa kebakaran di TPA Galuga terjadi di area penimbunan sampah yang cukup luas. "Kebakaran terjadi di area penimbunan sampah yang cukup luas, sekitar 2,4 hektare. Api masih sulit dikendalikan karena kondisi sampah yang sangat kering dan terdapat banyak material yang mudah terbakar," jelas Eka, Jumat (16/9) pagi.

Menurut Eka, cuaca panas yang terjadi belakangan ini menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi. "Suhu udara yang cukup tinggi dan angin yang bertiup tidak menentu membuat api dengan cepat menyebar. Selain itu, adanya reaksi kimia di dalam tumpukan sampah juga memicu api membesar," tambahnya.

Upaya Pemadaman Terus Dilakukan

Puluhan personel BPBD Bogor bersama tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Bogor terus berupaya memadamkan api. Mereka menggunakan beberapa unit mobil pemadam kebakaran dan alat berat untuk membuka akses dan memisahkan area yang terbakar dengan area yang belum terdampak api.

"Kita sudah mengerahkan sekitar 50 personel dan 10 unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, kita juga menggunakan alat berat untuk membuka akses dan mencegah penyebaran api. Namun, karena kondisi sampah yang sangat kering dan tebal, proses pemadaman membutuhkan waktu yang lama," jelas Kepala Damkar Bogor, Ahmad Yani.

Tim juga menggunakan air dari beberapa sumber, termasuk dari waduk dan pompa air, untuk memadamkan api. Namun, ketersediaan air menjadi tantangan tersendiri karena lokasi TPA Galuga yang jauh dari sumber air utama.

Dampak Kebakaran

Kebakaran di TPA Galuga ini menimbulkan dampak signifikan bagi lingkungan sekitar. Asap tebal dari kebakaran menyebar hingga ke beberapa wilayah di Bogor dan sekitarnya, bahkan hingga mencapai Jakarta. Warga di sekitar TPA Galuga mengeluhkan kondisi udara yang menjadi tidak sehat akibat asap.

"Asapnya sangat pekat dan membuat mata bersiul. Anak-anak saya batuk terus-menerus. Kita sudah memakai masker, tapi tetap saja terasa tidak nyaman," ujar salah satu warga setempat, Siti (42).

Selain itu, kebakaran juga mengancam kehidupan satwa liar di sekitar TPA Galuga. Beberapa hewan yang tinggal di sekitar area terbakar terlihat mencari tempat aman dari api dan asap.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran di TPA Galuga. Beberapa kemungkinan penyebab sedang diteliti, termasuk api dari pembakaran sampah secara ilegal dan reaksi kimia dari tumpukan sampah itu sendiri.

"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran ini. Ada beberapa kemungkinan, mulai dari api dari pembakaran sampah oleh oknum tidak bertanggung jawab hingga reaksi kimia dari tumpukan sampah yang sudah lama terkumpul," kata Kepala Polres Bogor, AKBP Budi Santoso.

Pihak berwenang juga sudah mengamankan beberapa saksi untuk dimintai keterangan terkait kejadian ini. Jika ditemukan oknum yang terbukti melakukan pembakaran sampah secara ilegal, pelaku akan dijerat dengan pasal yang berlaku.

Tanggung Jawab Pengelola TPA

Kebakaran di TPA Galuga ini menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab pengelola tempat pembuangan sampah. Pemerintah Daerah Bogor seharusnya memiliki aturan yang ketat mengenai penanganan dan penimbunan sampah di TPA untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

"Kita perlu evaluasi ulang sistem pengelolaan TPA di Bogor. Pengelola harus memiliki sistem yang lebih baik dalam menangani sampah, terutama mengenai penanganan sampah organik dan anorganik secara terpisah. Selain itu, pengawasan harus diperketat untuk mencegah adanya pembakaran sampah secara ilegal," ujar aktivis lingkungan, Rahman Hakim.

Pemerintah Daerah Bogor berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh mengenai sistem pengelolaan TPA di wilayahnya. Selain itu, pihaknya juga akan memperketat pengawasan terhadap TPA Galuga untuk mencegah kebakaran serupa terulang kembali.

Sementara itu, proses pemadaman di TPA Galuga masih terus berlanjut. Pihak berwenang berharap api bisa segera dipadamkan sepenuhnya untuk mencegah penyebaran asak yang lebih luas dan mengurangi dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter