Update Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak, SAR Kembali Temukan Pelampung
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) kembali menemukan pelampung yang diduga milik lima jurnalis yang hilang kontak sejak Selasa (14/3) lalu. Penemuan ini menjadi kabar baik dalam pencarian yang telah berlangsung selama empat hari di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar perairan Anyer, Banten.
Kepala Basarnas Budiawan mengatakan bahwa tim SAR berhasil menemukan pelampung berwarna oranye pada Rabu (15/3) malam. Pelampung tersebut ditemukan oleh tim pencarian gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan nelayan setempat.
Tim SAR Terus Meningkatkan Upaya Pencarian
"Kami terus meningkatkan intensitas pencarian. Ditemukannya pelampung ini menjadi petunjuk bahwa korban masih ada di sekitar area tersebut," ujar Budiawan dalam konferensi pers di Kantor Basarnas, Rabu malam.
Menurut Budiawan, pelampung yang ditemukan tersebut akan diperiksa lebih lanjut untuk memastikan apakah benar milik korban. "Kami akan melakukan identifikasi terhadap pelampung tersebut. Jika memang milik korban, itu berarti mereka masih menggunakan peralatan keselamatan," jelasnya.
Lima jurnalis yang hilang kontak adalah tim dari Trans7 yang sedang meliput proses evakuasi korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Mereka berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Labuhan, Banten menggunakan KM Sabuk Nusantara pada Selasa (14/3) pagi.
Kronologi Hilangnya Lima Jurnalis
Kapal yang membawa lima jurnalis dan dua awak kapal tersebut dilaporkan hilang kontak setelah melewati perairan Anyer. Terakhir kali kapal terlihat adalah pada pukul 11.30 WIB saat melewati titik koordinat 6°12' LS dan 105°45' BT.
Lima jurnalis yang hilang adalah Novi Irianti (pembawa acara), Ferry Koto (operator kamera), Eko Supriyanto (operator kamera), Siti Aminah (wartawan), dan Doni Hermawan (wartawan). Selain itu, dua awak kapal juga ikut hilang kontak, yaitu Kapten Sopian dan Awak Muda Yudi.
Upaya Pencarian Gabungan
Sejak kabar hilangnya kapal diterima, Basarnas segera mengaktifkan tim SAR dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. "Kami melakukan pencarian dengan menggunakan kapal patroli TNI AL, kapal penyelamat Basarnas, dan juga melibatkan nelayan setempat yang mengenal kondisi perairan," ujar Budiawan.
Selain pencarian di permukaan air, tim juga melakukan pencarian di bawah permukaan air menggunakan sonar. "Kami juga meminta bantuan dari petugas pos SAR di sekitar wilayah tersebut untuk memantau apakah ada kapal yang terlihat mencurigakan," tambahnya.
Kondisi Cuaca yang Menyulitkan
Upaya pencarian terus dilakukan meski dihadang kondisi cuaca yang kurang mendukung. Menurut BMKG, wilayah Selat Sunda mengalami gelombang setinggi 1-2 meter dengan arah angin dari barat daya.
Para keluarga korban pun terus berdoa agar para jurnalis dapat ditemukan dengan selamat. "Kami masih optimis mereka akan ditemukan. Mereka adalah profesional dan pasti akan berusaha bertahan hidup," ucha istri salah satu jurnalis, Novi Irianti.
Sementara itu, Trans7 menyatakan akan terus mendukung proses pencarian. "Kami sudah menyiapkan tim khusus untuk mendukung keluarga korban dan koordinasi dengan BasarnAS. Semoga para rekan kami segera ditemukan," kata Rizky Kurniawan.
Hingga Kamis (16/3) pagi, pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR dengan memperluas area pencarian hingga 50 mil dari titik terakhir kali kapal terlihat. Semoga para jurnalis dan awak kapal dapat ditemukan dengan selamat.
Komentar (0)