352 Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG, SPPG Bakal Di-suspend
Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga mengalami keracunan makanan berat (MBG) setelah mengonsumsi makanan di sekolah. Sebanyak 352 siswa dari berbagai sekolah di wilayah tersebut menunjukkan gejala keracunan setelah makan di kantin sekolah pada Selasa (15/11) lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dr. H. Surya Dharma, mengatakan pihaknya telah menerima laporan adanya wabah keracunan makanan yang melibatkan siswa SD di beberapa desa di Kecamatan Praya. "Kami sudah turun ke lokasi dan melakukan penanganan terhadap para korban. Semua kondisi mereka saat ini sudah stabil," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (16/11).
Menurut Surya Dharma, gejala yang ditunjukkan para siswa antara lain mual, muntah, diare, dan demam. Gejala-gejala tersebut muncul beberapa jam setelah siswa mengonsumsi makanan dari kantin sekolah. "Kami masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti keracunan ini. Kemungkinan besar terkait dengan kualitas makanan yang disajikan," tambahnya.
Penanganan dan Penyelidikan
Sebanyak 352 siswa yang terkena dampak langsung telah mendapat penanganan medis di puskesmas dan rumah sakit sekitar. Tim medis dari Dinas Kesehatan telah memberikan perawatan dan obat-obatan untuk mengatasi gejala yang dialami siswa.
"Kami juga telah mengambil sampel makanan sisa, air minum, dan darah para korban untuk diperiksa di laboratorium. Hasilnya akan kami umumkan dalam waktu dekat ini," jelas Surya Dharma.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, H. Muhammad Zain, mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak penyedia makanan sekolah (SPPG) yang diduga menjadi sumber keracunan. "Kami akan mengecek izin dan standar kebersihan dari SPPG terkait. Jika memang terbukhi melanggar, maka akan kami suspend sementara waktu," ujarnya.
Kronologi Kejadian
Kasus ini bermula pada Selasa (15/11) pagi, ketika beberapa siswa SD di Kecamatan Praya mulai mengeluhkan gejala mual dan muntah setelah makan di kantin sekolah. Beberapa jam kemudian, jumlah siswa yang mengalami gejala serupa terus bertambah hingga mencapai ratusan orang.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Ia juga memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua SPPG di wilayahnya untuk mencegah terulangnya kasus serupa. "Kami akan melakukan audit kesehatan secara berkala terhadap seluruh penyedia makanan sekolah," tambahnya.
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya kebersihan dan standar pangan kepada para SPPG dan pengelola kantin sekolah. Selain itu, akan dibentuk tim monitoring yang akan melakukan pengawasan rutin.
Komentar (0)