17, 2026
Nasional

UNESCO Peringatkan Risiko Tsunami Raksasa di Mediterania Hampir 100%

Laut Mediterania memiliki risiko tsunami raksasa yang serius. UNESCO menyebut peluang terjadinya tsunami dengan gelombang lebih dari 1 meter mendekati 100%.]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

UNESCO Peringatkan Risiko Tsunami Raksasa di Mediterania Hampir 100%

UNESCO Peringatkan Risiko Tsunami Raksasa di Mediterania Hampir 100%

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi terjadinya tsunami raksasa di wilayah Laut Mediterania. Peringatan ini menunjukkan bahwa risiko bencana alam skala besar di kawasan tersebut diperkirakan mencapai hampir 100 persen dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

Dalam laporan terbarunya yang diterbitkan pada Rabu (15/3), UNESCO menyoroti adanya potensi gempa bumi megathrust di lepas pantai Sisilia, Italia. Gempa semacam ini, menurut para ahli, dapat memicu gelombang tsunami setinggi 50 meter yang dapat menghantam pesisir Mediterania hanya dalam waktu 30 menit setelah gempa terjadi.

Potensi Bencana Skala Luas

Wilayah Mediterania, yang dikelilingi oleh negara-negara padat penduduk, berisiko tinggi menghadapi bencana tsunami. Menurut UNESCO, gempa megathrust dengan magnitudo 7 atau lebih di lepas pantia Sisilia dapat memicu gelombang yang menghantam pesisir Italia, Yunani, Turki, Libya, Tunisia, dan bahkan sejauh Mesir dan Lebanon.

"Kita tidak berbicara tentang skala kecil di sini," kata Bernardo De Bernardis, seismolog dari Universitas L'Aquila, Italia, yang terlibat dalam penelitian UNESCO. "Kita berbicara tentang gelombang yang dapat mencapai ketinggian 50 meter, yang cukup untuk melampahi sebagian besar struktur pesisir dan menyebabkan bencana skala luas."

Kawasan Rawan

Beberapa kota besar di pesisir Mediterania termasuk dalam kategori risiko tinggi. Di Italia, kota seperti Palermo, Messina, dan Catania berada di jalur langsung potensi tsunami. Sementara itu di Yunani, kota seperti Thessaloniki dan Athena juga berisiko tinggi. Para ahli memperkirakan lebih dari 130 juta orang tinggal di area yang berpotensi terkena dampak langsung tsunami raksasa ini.

"Kawasan Mediterania memiliki sejarah panjang aktivitas seismik, namun potensi gempa megathrust di Sisilia adalah ancaman yang terlalu serius untuk diabaikan," kata Erik van Sebille, oseanografi dari Universitas Utrecht, Belanda. "Kombinasi antara gempa bumi besar di bawah laut dan bentuk dasar laut yang curam dapat menciptakan kondisi ideal terjadinya tsunami yang dahsyat."

Upaya Persiapan

Dalam laporannya, UNESCO menyoroti perlunya sistem peringatan dini yang lebih baik dan rencana evakuasi yang matang di seluruh kawasan Mediterania. Organisasi tersebut merekomendasikan pemasangan sensor dasar laut yang lebih canggih untuk mendeteksi pergerakan lempeng bumi secara dini.

"Waktu evakuasi sangat terbatas dalam skenario tsunami," kata Christophe Kerven, koordinator program UNESCO untuk mitigasi bencana alam. "Kita membutuhkan sistem yang dapat memberikan peringatan dalam hitungan menit, bukan jam. Ini memerlukan investasi besar dalam infrastruktur teknologi dan koordinasi internasional yang lebih baik."

Pemerintah Italia telah mulai memperkuat sistem peringatan tsunami di pesisirnya, namun para ahli menyatakan bahwa masih ada banyak yang perlu dilakukan. "Kita tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga edukasi masyarakat tentang tindakan yang harus diambil saat peringatan tsunami dikeluarkan," kata Maria Teresa Guerra, pejabat dari Badan Perlindungan Sipil Italia.

Tantangan Internasional

Koordinasi antarnegara menjadi tantangan utama dalam menghadapi potensi tsunami di Mediterania. Dengan lebih dari 20 negara yang berbatasan langsung dengan laut ini, harmonisasi dalam peringatan dini dan rencana evakuasi menjadi sangat penting.

UNESCO sedang mendorong dibentuknya kesepakatan regional khusus untuk tanggung jawab kolektif dalam menghadapi ancaman tsunami. "Kita tidak dapat mengandalkan satu negara untuk menangani masalah ini sendirian," kata Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO. "Kita perlu kerja sama yang lebih erat untuk melindungi jutaan jiwa yang tinggal di pesisir Mediterania."

Para ilmuwan menekankan bahwa meskipun risiko tsunami raksasa di Mediterania sangat nyata, probabilitas terjadinya dalam jangka pendek relatif rendah. Namun, dampak potensialnya yang begitu besar membuat persiapan menjadi suatu keharusan.

Sejarah dan Peringatan

Mediterania memiliki sejarah panjang aktivitas seismik dan tsunami. Pada tahun 1908, gempa bumi dan tsunami di Messina, Italia, menewaskan lebih dari 80.000 orang. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di Eropa modern.

"Bencana Messina adalah pengingat nyata akan ancaman yang ada," kata De Bernardis. "Meskipun kita tidak dapat mencegah gempa bumi, kita dapat mempersiapkan diri untuk mengurangi dampaknya. Itulah mengapa peringatan UNESCO ini begitu penting."

Para ahli berharap peringatan ini tidak akan diabaikan dan akan menjadi pemicu bagi tindakan konkret dari pemerintah dan masyarakat di seluruh kawasan Mediterania. Dengan persiapan yang matang, ribuan jiwa dapat diselamatkan jika bencana benar-benar terjadi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter