Tottenham Kalah dari Liverpool, Haruskah Roberto De Zerbi Dipecat?
Pertandingan seru antara Tottenham Hotspur dan Liverpool berakhir dengan kemenangan telak bagi The Reds dengan skor 3-1 pada pekan ke-20 Premier League. Hasil ini memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan Roberto De Zerbi di kursi pelatih Tottenham, terlebih lagi setelah performa timnya yang menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Performa Menurun di Babak Kedua
Dalam laga yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, kedua tim menunjakan permainan yang cukup sengaja di babak pertama. Tottenham mampu memimpin lebih dulu melalui gol bunuh diri dari Virgil van Dijk pada menit ke-34. Namun, babak kedua menjadi saksi bisu kekalahan bagi tuan rumah.
Liverpool menunjukkan dominasi yang jelas setelah turun minum. Mohamed Salah berhasil menyamakan skor pada menit ke-52 sebelum Cody Gakpo mencetak gol pembuka kemenangan The Reds pada menit ke-69. Di menit-menit akhir, Darwin Núñez menutup kemenangan Liverpool dengan gol pada menit ke-88.
Performa Tottenham di babak kedua menjadi sorotan. De Zerbi dikritik karena gagal memberikan respons yang tepat saat Liverpool meningkatkan intensitas permainan. Timnya tampak kebingungan dan kesulitan mempertahankan posisi serta mengatur serangan yang efektif.
Kritikan terhadap Strategi De Zerbi
Strategi permainan yang diusung De Zerbi di bawah tekanan menjadi bahan perdebatan. Beberapa analis menilai bahwa pelatih asal Italia ini terlalu rigid dalam memegang formasi 4-3-3-nya, sehingga ketika Liverpool mengubah taktik di babak kedua, Tottenham tidak memiliki rencana cadangan.
Pada babak kedua, Liverpool berhasil menguasai tengah lapangan melalui dominasi pemain seperti Curtis Jones dan Dominik Szoboszlai. Sementara itu, gelandang Tottenham seperti Pape Matar Sarr dan Rodrigo Bentancur tidak mampu menyaingi kecepatan dan energi para pemain Liverpool.
De Zerbi juga dikritik atas keputusannya dalam melakukan pergantian pemain. Ia baru mengganti pemain inti seperti James Maddison dan Son Heung-min pada menit ke-70, saat situasi sudah terlambat untuk dibalikkan. Beberapa pengamat berpendapat pergantian tersebut seharusnya dilakukan lebih dini untuk memberikan refresh pada tim.
Tekanan di Atas Punggung De Zerbi
Kekalahan dari Liverpool menjadi kekalahan kelima Tottenham dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi. Performa yang menurun ini menempatkan De Zerbi dalam posisi yang sangat tidak nyaman. Sebelumnya, Tottenham sempat menunjukkan peningkatan performa di bawah asuhan De Zerbi setelah awal musim yang buruk.
Manajemen Tottenham diketahui memiliki toleransi yang rendah terhadap hasil buruk, terutama setelah investasi besar yang dilakukan pada bursa transfer musim panas lalu. Pemain-pemain seperti Micky van de Ven, Dominic Solanke, dan Timo Werner didatangkan dengan biaya tinggi, namun hasil yang ditunjukkan belum sesuai ekspektasi.
Menurut sumber internal, direktur olahraga Tottenham, Fabio Paratici, sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan De Zerbi untuk membahas strategi tim. Beberapa keputusan taktis di laga terakhir menjadi bahan pembicaraan utama dalam pertemuan tersebut.
Masa Depan De Zerbi di Tottenham
Masa depan De Zerbi di Tottenham semakin tidak pasti. Sejumlah nama pelatih sudah disebut-sebut sebagai calon penggantinya jika The Lilywhite memutuskan untuk memecat sang pelatih. Mauricio Pochettino, mantan pelatih Tottenham, sering disebut sebagai kandidat utama, begitu juga dengan nama-nama seperti Thomas Tuchel dan Julian Nagelsmann.
Di sisi lain, ada juga kemungkinan Tottenham akan memberi waktu lagi bagi De Zerbi untuk membenahi performa tim. Musim ini masih panjang dan ada kesempatan bagi Tottenham untuk memperbaiki posisi di klasemen, terutama jika mereka bisa memenangkan beberapa pertandingan krusial di depan.
Bagi De Zerbi, pertandingan selanjutnya melawan Fulham bisa menjadi kesempatan terakhirnya untuk menunjukkan kemampuan dan membuktikan bahwa ia mampu membawa Tottenham kembali ke jalur yang benar. Setiap keputusan yang akan diambil manajemen Tottenham akan menjadi penentu nasibnya di klub London Utara ini.
Komentar (0)