Tangis Histeris Istri Aris Sanda Saat Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena
Wamena - Evakuasi warga sipil dari wilayah konflik di Kabupaten Nduga, Papua, berlanjut dengan satu lagi korban sipil berhasil dievakuasi Tim Satgas Gabungan TNI-Polri. Korban yang dievakuasi adalah istri dari Aris Sanda, sepegawai PT Istaka Karya yang menjadi korban dalam serangan kelompok kriminal separatis di Kabupaten Nduga pada Januari lalu.
Kedatangan korban yang dikenal dengan nama Yenni (32) disambung dengan tangisan histeris oleh keluarganya di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kamis (14/2/2019). Yenni yang dievakuasi dari Mbua, ibu kota Kabupaten Nduga, tiba di Bandara Wamena menggunakan pesawat CN 295 TNI AU sekitar pukul 09.30 WIT.
Saat tiba di bandara, Yenni langsung disambut oleh aparat TNI-Polri dan tim medis. Namun begitu melihat keluarganya, terutama suaminya yang sempat dianggap hilang dalam serangan tersebut, Yenni tidak bisa menahan tangisnya. Ia menangis histeris sambil memeluk erat suaminya, Aris Sanda.
Perjalanan Panjang Menuju Kebebasan
Yenni bersama suaminya, Aris Sanda, adalah korban yang selamat dari serangan kelompok kriminal separatis di Kabupaten Nduga pada 8 Januari 2019 lalu. Dalam serangan tersebut, sejumlah pekerja PT Istaka Karya yang sedang membangun tower BTS di wilaya Mbua menjadi sasaran serangan.
Selama lebih sebulan, Yenni bersama suaminya dan sejumlah korban lainnya bersembunyi di tengah hutan untuk menghindari serangan kelompok separatis. Mereka hidup dalam kondisi yang sangat sulit, tanpa akses yang memadai untuk makanan, air minum, dan fasilitas kesehatan.
Tim evakuasi TNI-Polri yang terdiri dari prajurit Yonif 131/BS dan Satgas Pamtas RI-PNG berhasil menemukan para korban di tengah hutan pada Rabu (13/2/2019). Setelah ditemukan, para korban langsung dibawa ke Mbua untuk dievakuasi ke Wamena.
Kondisi Korban Setelah Dievakuasi
Ketika dievakuasi, kondisi fisik Yenni dan para korban lainnya dalam keadaan lemah. Mereka mengalami kurang gizi dan beberapa luka ringan yang didapat saat bersembunyi di hutan. Namun, secara keseluruhan kondisi mereka stabil.
"Setelah ditemukan, kami langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa mereka ke posko kesehatan di Mbua untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik," ujar Kapten Inf Andi, salah satu anggota tim evakuasi.
Setelah mendapatkan perawatan medis, para korban langsung dievakuasi ke Wamena menggunakan pesawat TNI AU. Di Wamena, mereka akan ditempatkan di rumah dinas sambil menunggu proses lebih lanjut.
Respons Pemerintah dan TNI-Polri
Evakuasi warga sipil dari wilayah konflik di Nduga menjadi prioritas utama Pemerintah dan TNI-Polri. Serangan kelompok separatis pada Januari lalu telah menewaskan sejumlah pekerja PT Istaka Karya dan mengakibatkan ribuan warga mengungsi.
"Kami akan terus melakukan evakuasi warga sipil yang masih berada di wilayah konflik. Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami," ujar Danrem 172/PWY, Brigjen TNI I Made Arya Wibawa.
Menurut Danrem, evakuasi warga sipil dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari konfrontasi dengan kelompok separatis. "Kami melakukan koordinasi yang baik dengan aparat setempat dan masyarakat untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan lancar," tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengapresiasi upaya TNI-Polri dalam evakuasi warga sipil. "Saya mengapresiasi upaya TNI-Polri yang sangat profesional dalam membantu warga sipil yang terdampak konflik di Nduga," ujar Lukas Enembe.
Kondisi Nduga Saat Ini
Kondisi di Kabupaten Nduga masih tergolung ketegangan meskipun pemerintah telah mengirimkan pasukan untuk mengamankan wilayah tersebut. Ribuan warga masih mengungsi di tengah hutan atau mengungsi ke kabupaten tetangga seperti Jayawijaya dan Tolikara.
Pemerintah terus berupaya untuk membantu warga pengungsi dengan menyediakan bantuan kemanusiaan seperti makanan, air minum, obat-obatan, dan tenda. Selain itu, pemerintah juga membuka posko kesehatan di beberapa titik untuk membantu warga yang membutuhkan perawatan medis.
"Kami akan terus berupaya untuk membantu semua warga yang terdampak konflik di Nduga. Keselamatan dan kesejahteraan mereka menjadi prioritas utama kami," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.
Dengan evakuasi Yenni dan beberapa korban lainnya, diharapkan semua warga sipil yang masih berada di wilayah konflik dapat segera dievakuasi dan mendapatkan bantuan yang memadai.
Komentar (0)