Taksi Terguling Sebelum Gate Tol Tebet, Sopir Diduga Mengantuk
Kejadian mencekam terjadi di sekitar gate tol Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/3) dini hari. sebuah taksi terguling di jalur menuju gate tol, menyebabkan penumpangnya mengalami luka-luka. Menurut keterangan saksi mata, sopir taksi diduga mengantuk saat mengemudikan kendaraannya, yang menyebabkan kecelakaan tunggal tersebut.
Kepala Polisi Sektor Tebet, Kompol Budi Santoso, mengatakan kejadian itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. "Korban adalah sopir taksi bernama Ahmad (45) dan tiga penumpangnya. Mereka sedang dalam perjalanan dari arah Pancoran menuju Depok," ujar Budi saat dikonfirmasi.
Budi menjelaskan, taksi dengan nomor polisi B 1234 XYZ itu terguling setelah menabrak pembatas jalan di dekat gate tol. "Kendaraan tersebut terguling beberapa kali sebelum berhenti di bawah flyover dekat gate tol," katanya.
Menurut Budi, kejadian itu berawal ketika sopir kehilangan kendali kemudi. "Kami mendapat laporan dari warga sekitar bahwa terdengar suara benturan keras. Saat tiba di lokasi, kami menemukan taksi dalam posisi terguling dengan korban masih di dalamnya," ujarnya.
Korban Selamat tapi dalam Kondisi Terluka
Keempat korban berhasil diselamatkan oleh warga sekitar dan petugas keamanan tol sebelum tiba tim medis dari RS Polri Kramat Jati. "Mereka langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Saat ini kondisi mereka stabil tapi masih dalam perawatan," kata Budi.
Salah satu penumpang, Rina (28), mengaku sempat panik saat melihat taksi mulai oleng. "Tiba-tiba saya merasa taksi miring. Saya pikir ada yang salah dengan ban. Tapi ternyata sopir sudah tidak sadar dan kendaliannya hilang," cerita Rina yang masih dalam perawatan di rumah sakit.
Rina mengaku sempat melihat sopir mengantuk sebelum kejadian terjadi. "Saya sempat ingat-ingat sopir mengeluhkan kantuk. Tapi saya tidak sangka akan terjadi sesuatu yang serius seperti ini," tambahnya.
Pihak Tol dan Polisi Lakukan Evakuasi
Setelah menerima laporan, petugas keamanan Tol JORR yang berjaga di sekitar gate Tebet segera turun tangan. "Kami mendapat laporan dari warga bahwa ada kecelakaan. Kami langsung menuju lokasi dan membantu mengamankan korban sebelum tim medis tiba," kata Juru Parkir Tol Tebet, Hasan.
Hasan mengatakan proses evakuasi memakan waktu sekitar 15 menit karena posisi taksi yang terguling cukup riskan. "Kami harus berhati-hati saat mengekstrak korban karena posisi kendaraan yang tidak stabil. Untungnya tidak ada korban tewas dalam kejadian ini," katanya.
Polisi sudah mengamankan lokasi kejadian dan mengalihkan arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan. "Kami masih melakukan olah tempat kejadian (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi," ujar Budi.
Ini Bukan Kali Pertama Sopir Diduga Mengantuk
Kejadian ini bukanlah kali pertama sopir kendaraan umum diduga mengantok dan menimbulkan kecelakaan. Sebelumnya, beberapa kasus serupa juga terjadi di berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Ahli keselamatan lalu lintas dari Universitas Indonesia, Dr. Hendra, mengatakan kejadian seperti ini sering terjadi karena kurangnya istirahat bagi sopir. "Sopir sering kali bekerja dalam jangka waktu panjang tanpa istirahan yang cukup. Padahal, kurang tidur dapat mempengaruhi konsentrasi dan respons saat mengemudi," kata Hendra.
Ia menambahkan, pihak berwenang perlu memberikan sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara. "Selain itu, perusahaan transportasi juga harus memastikan sopirnya memiliki istirahat yang cukup sebelum bekerja," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama Operator Transportasi Online, Ahmad Fauzi, mengaku akan meningkatkan pengawasan terhadap sopir. "Kami akan memberikan edukasi khusus tentang pentingnya istirahat bagi sopir. Selain itu, kami juga akan melakukan monitoring lebih ketat terhadap aktivitas sopir," kata Fauzi.
Polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum menetapkan tersangka. "Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi korban dan keterangan lengkapnya. Setelah itu, kami akan memutuskan langkah selanjutnya," kata Budi.
Komentar (0)