24, 2026 ID
DI Yogyakarta

Siswi SMP Swasta Yogyakarta Diduga Dicabuli di UKS oleh Karyawan

YOGYAKARTA — Dunia pendidikan Kota Yogyakarta kembali diguncang kabar dugaan tindak asusila. Seorang siswi sebuah SMP swasta di Yogyakarta dilaporkan menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh karyawan sekolah di ruang Unit Keseha

Siswi SMP Swasta Yogyakarta Diduga Dicabuli di UKS oleh Karyawan

YOGYAKARTA — Dunia pendidikan Kota Yogyakarta kembali diguncang kabar dugaan tindak asusila. Seorang siswi sebuah SMP swasta di Yogyakarta dilaporkan menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh karyawan sekolah di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Peristiwa tersebut memicu keprihatinan luas orang tua, pegiat perlindungan anak, hingga kalangan akademisi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Polisi Selidiki Dugaan Pencabulan di Ruang UKS

Berdasarkan laporan yang diterima, dugaan pencabulan tersebut terjadi di dalam ruang UKS yang seharusnya menjadi tempat perawatan kesehatan siswa. Korban yang masih berstatus pelajar diduga menjadi sasaran tindakan asusila oleh oknum karyawan sekolah yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan peserta didik.

Pihak kepolisian dari Polresta Yogyakarta dikabarkan telah menerima laporan orang tua korban dan tengah melakukan penyelidikan secara intensif. Sejumlah saksi diperiksa, termasuk teman sekelas korban dan pihak sekolah. Petugas juga telah meminta keterangan dari korban secara khusus, mengingat statusnya yang masih di bawah umur, sehingga proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan psikolog dan orang tua.

Dugaan kasus ini menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat Yogyakarta yang selama ini dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan dan perlindungan anak. Aktivis perlindungan anak di DIY mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan tegas, serta memastikan pelaku dijatuhi hukuman maksimal sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak. Mereka juga meminta sekolah tidak melindungi oknum karyawan yang diduga menjadi pelaku.

Sementara itu, pihak sekolah dikabarkan telah membenarkan adanya dugaan peristiwa tersebut dan menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Manajemen sekolah juga disebut telah memberikan pendampingan psikologis kepada korban serta keluarga, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.

Kasus ini kembali membuka perbincangan tentang pengawasan terhadap lingkungan sekolah di Yogyakarta. Para pegiat pendidikan mengingatkan bahwa ruang UKS, ruang guru, dan fasilitas sekolah lainnya kerap menjadi celah bagi pelaku kejahatan seksual karena minimnya pengawasan. Mereka mendorong sekolah-sekolah di DIY untuk memperketat sistem keamanan, memasang kamera pengawas di area publik, serta membangun budaya pelaporan yang aman bagi siswa.

Masyarakat diimbau untuk tidak menghakimi sendiri dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang. Hingga berita ini ditulis, penyelidikan masih terus berjalan dan identitas korban maupun sekolah dirahasiakan demi melindungi korban serta proses hukum yang berlangsung.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag