19, 2026
Teknologi

Saksi Kasus Bea Cukai Ngamuk ke Hakim: Rumah Bapak akan Didatangi Rakyat

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Saksi Kasus Bea Cukai Ngamuk ke Hakim: Rumah Bapak akan Didatangi Rakyat

Sebuah sidang kasus korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai kembali mencuatkan isu sensitif ketika seorang saksi memberikan pernyataan yang dinilai mengancam. Dalam sidang yang digelar pada hari Rabu (15/3), seorang mantan pegawai Bea Cukai yang menjadi saksi dalam kasus dugaan suap pajak kendaraan bermotor tersebut menyampaikan pernyataan yang membuat ruang sidang sepi.

Saksi bernama Ahmad (40) ini mengaku mendapat tekanan dari pihak terkait kasus yang sedang disidangkan. Dalam keterangannya, Ahmad menyebut bahwa rumah sang "Bapak" yang tidak disebutkan namanya akan didatangi oleh rakyat jika pernyataannya tidak sesuai dengan keinginan pihak berwenang.

Kronologi Sidang dan Pernyataan Saksi

Sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal Budi Santoso ini memerikaski kasus dugaan suap yang melibatkan sepejabat tinggi di Direktorat Jenderal Bea Cukai. Tersangka utama dalam kasus ini adalah mantan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat, Muhammad Zaini (52), yang diduga menerima suap sebesar Rp5 miliar dari sejumlah importir untuk memperlancar proses pabean.

Dalam kesaksiannya, Ahmad yang sebelumnya bekerja di bagian pelayanan pajak kendaraan bermotor di kantor Bea Cukai tersebut mengaku sering menerima perintah langsung dari Muhammad Zaini. Namun, ketika ditanya detail tentang transaksi suap yang dituduhkan, Ahmad menjadi terbata-bata.

"Saya tidak bisa memberikan keterangan detail karena ada perintah dari atas," ujar Ahmad dalam sidang yang dihadiri puluhan pegawai Bea Cukai lainnya.

Ketimbalan hakim yang meminta klarifikasi lebih lanjut akhirnya memicu reaksi dari saksi. Ahmad lalu menyampaikan pernyataan yang membuat ruang sidang hening. "Kalau saya melanggar perintah Bapak, nanti rumah Bapak akan didatangi rakyat. Saya tidak mau hal itu terjadi," tegas Ahmad.

Reaksi Penegak Hukum dan Pihak Terkait

Pernyataan Ahmad tersebut langsung ditanggapi oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang menilai adanya unsur ancaman dalam keterangan saksi. "Pernyataan tersebut mengandung unsur ancaman dan dapat mengganggu proses peradilan. Kami meminta majelis hakim untuk menindaklanjuti hal ini," kata kuasa hukum JPU, Surya Pratama.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka Muhammad Zaini, Hendra Wijaya, mengecam pernyataan saksi tersebut. Menurutnya, pernyataan Ahmad menunjukkan adanya tekanan dari pihak-pihak yang ingin mengalihkan perhatian dari fakta kasus yang sedang berjalan.

"Ini jelas upaya untuk menekan saksi agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya. Kami akan mengajukan permohonan untuk memeriksa kebenaran adanya tekanan ini," ujar Hendra setelah sidang usai.

Tanggapan Publik dan Implikasi Kasus

Kasus yang menjerat pejabat tinggi di Bea Cukai ini telah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Sebagian pihak menganggap bahwa kasus ini hanya sebatas 'hiburan' bagi publik, sementara sebagian lain berharap agar penegak hukum dapat menyelesaikannya secara tuntas.

"Kasus seperti ini sudah sering terjadi di instansi pemerintahan, terutama di bidang perpajakan. Harus ada contoh yang tegas agar tidak terulang lagi," ujar Faisal, aktivis anti korupsi yang mengikuti sidang tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono, mengatakan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan kasus ini. "Kami mendukung proses hukum yang berjalan independen. Setiap pihak harus menjalankan peran dengan baik sesuai aturan yang berlaku," ujar Rusdi.

Kasus ini sendiri telah berjalan selama lebih dari satu tahun dengan beberapa kali sidang yang digelar. Terdapat sejumlah saksi yang telah diperiksa, namun hingga kini belum ada kepastian putusan dari majelis hakim.

Para pengamat hukum memprediksi bahwa kasus ini akan berlanjut dengan semakin banyaknya saksi yang akan diperiksa, termasuk pejabat-pejabat lainnya yang diduga terlibat dalam jaringan korupsi di lingkungan Bea Cukai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter