19, 2026
Nasional

Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok

Kapal induk kelas Giuseppe Garibaldi miliki Angkatan Laut Italia (Marina Militare) telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dalam rangka kunjungan goodwill yang berlangsung selama empat hari. Kapal perang yang merupakan kapal bendera armada Italia ini tiba pada Selasa pagi diterima oleh Komando Laut Armada RI (Koarmabar) serta sejumlah pejabat dari Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Republik Indonesia.

Kepala Staf Koarmadir Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Italia di bidang pertahanan, khususnya maritim. "Kunjungan ini penting untuk memperdalam kerjasama antara kedua negara, khususnya dalam latihan militer bersama dan pertukaran pengalaman di bidang kelautan," ujar Iwan saat sambutan di Dermaga Tanjung Priok.

Kapal induk Giuseppe Garibaldi, yang dibangun pada tahun 1983 dan merupakan kapal induk ringan pertama di Italia, memiliki panjang total 180 meter dan lebar 30,5 meter. Dengan bobot 13.850 ton, kapal ini mampu membawa hingga 26 pesawat tempur AV-8B Harrier II dan 18 helikopter. Kapal ini dilengkapi dengan sistem persenjataan lengkap termasuk rudal surface-to-air dan sistem pertahanan rudal terdekat.

Program Kunjungan dan Kerjasama

Selama kunjungan empat hari, awak kapal Italia akan melaksanakan sejumlah kegiatan bersama dengan TNI AL. Program ini meliputi pertemuan antar pejabat, kunjungan balik ke kapal-kapal TNI AL, serta latihan simulasi komunikasi dan koordinasi antar kapal. "Kami akan mengadakan latihan komunikasi maritim yang penting untuk meningkatkan sinergi jika suatu saat harus bekerja sama di tengah laut," jelas Komandan Kapal Giuseppe Garibaldi, Kapten Pertama (P) Pierluigi Ticozzi.

Delegasi militer Italia juga akan melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas pertahanan di Indonesia, termasuk Pusat Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Puslatdiklatsal) di Surabaya. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pelatihan angkatan laut yang diterapkan oleh TNI AL.

Hubungan Bilateral Indonesia-Italia

Kunjungan kapal induk Giuseppe Garibaldi ini merupakan bagian dari kerjasana pertahanan yang telah berjalan lama antara Indonesia dan Italia. Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian kerjasana militer, termasuk kerjasana dalam bidang pelatihan, pertukaran personel, dan industri pertahanan. "Hubungan bilateral kita dalam bidang pertahanan terus berkembang pesat. Kunjungan ini akan memperkuat kerjasana yang telah terjalin," kata Duta Besar Italia untuk Indonesia, Federico Gregucci.

Italia merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa. Selain bidang pertahanan, kerjasana kedua negara juga terjalin di bidang ekonomi, perdagangan, dan budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, volume perdagangan antara kedua negara terus meningkat, mencapai lebih dari 2 miliar euro pada tahun 2022.

Potensi Kerjasana di Masa Depan

Kunjungan kapal induk Giuseppe Garibaldi diharapkan membuka peluang bagi kerjasana yang lebih luas di masa depan. Khususnya dalam bidang industri pertahanan, Italia menunjukkan minat untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam pengembangan sistem pertahanan lokal. "Italia memiliki teknologi pertahanan yang canggih dan pengalaman dalam industri pertahanan. Kami tertarik untuk berbagi pengetahuan dan teknologi dengan Indonesia," ujar Gregucci.

Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini dan menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan. "Kunjungan kapal perang Italia ini menunjukkan kepercayaan dan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerjasana. Indonesia terbuka untuk berbagai bentuk kerjasana yang saling menguntungkan," kata Prabowo dalam sambutannya.

Kapal induk Giuseppe Garibaldi dijadwalkan akan meninggalkan Tanjung Priok pada Jumat malam setelah melaksanakan serangkaian kegiatan kunjungan. Keberadaan kapal perang ini di perairan Indonesia menjadi bukti nyata hubungan baik antara dua negara yang memiliki peran strategis di kawasan masing-masing.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter