24, 2026 ID
Politik

Rektor Unsoed Terjaring OTT, Legislator Dorong Pembersihan Kampus

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan perguruan tinggi negeri. Kali ini Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dikabarkan terjaring operasi senyap tersebut bersama

Rektor Unsoed Terjaring OTT, Legislator Dorong Pembersihan Kampus

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan perguruan tinggi negeri. Kali ini Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dikabarkan terjaring operasi senyap tersebut bersama sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik suap terkait pengadaan barang dan jasa di kampus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, OTT berlangsung di beberapa lokasi di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah, pada pekan ini. Dalam penggeledahan, penyidik mengamankan uang tunai dalam pecahan rupiah maupun mata uang asing, serta dokumen kontrak yang diduga menjadi alat bukti aliran dana proyek kampus. Hingga berita ini ditulis, KPK belum merilis keterangan resmi secara lengkap, tetapi kabar penangkapan tersebut telah memicu kehebohan di kalangan sivitas akademika dan pejabat daerah.

Legislator Desak Evaluasi Total Tata Kelola Kampus

Menanggapi peristiwa tersebut, sejumlah anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah langsung angkat suara. Mereka mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi serta KPK untuk melakukan bersih-bersih menyeluruh di tubuh Unsoed, tidak hanya berhenti pada penindakan individual. Menurut para legislator, kasus ini menjadi alarm bahwa tata kelola keuangan di lingkungan perguruan tinggi negeri, khususnya dalam proses lelang pengadaan, masih rentan terhadap praktik koruptif.

Legislator juga meminta agar seluruh kontrak pengadaan di Unsoed diaudit secara menyeluruh dan transparan. Mereka menilai modus penerimaan fee dari rekanan proyek kerap terjadi karena lemahnya pengawasan internal dan minimnya keterbukaan informasi di kampus. Selain itu, mereka mendorong KPK untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat struktural di lingkungan yayasan dan pemasok barang, guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Dari sisi politik, kasus ini dinilai menjadi pukulan bagi citra birokrasi pendidikan tinggi di daerah. Para pengamat menilai penegakan hukum terhadap pimpinan kampus menjadi ujian kredibilitas pemerintah dalam menuntaskan agenda antikorupsi yang selama ini digaungkan. Mereka berharap KPK tidak berhenti pada OTT, melainkan menindaklanjuti dengan penyidikan hingga ke akar permasalahan.

Sementara itu, suasana di kampus Unsoed dilaporkan tetap kondusif meski diguncang kabar tersebut. Sejumlah dosen dan mahasiswa menyatakan mendukung proses hukum yang berjalan dan berharap kampus tetap fokus pada kegiatan akademik. KPK dijadwalkan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat untuk memaparkan perkembangan kasus, termasuk status hukum sang rektor yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag