Pria Mabuk Tiba-tiba Pukuli Lansia Pakai Korek Pistol di Bandung
Seorang pria berusia 35 tahun tiba-tiba mendekati dan memukuli seorang lansia berusia 65 tahun menggunakan gagang korek api yang disimulasikan sebagai pistol di wilayah Bandung. Kejadian yang terjadi pada Selasa (15/11) sore ini membuat korban mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah.
Menurut keterangan saksi mata, pelaku yang dalam keadaan mabuk tiba-tiba mendekati korban yang sedang duduk di tepi jalan. Tanpa ada provokasi yang jelas, pelaku langsung mengeluarkan gagang korek api yang dipegang dengan cara mengancam seperti pistol.
"Saya lihat pelaku mendekati korban dengan wajah pucat dan mata merah. Tiba-tiba dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan menunjukkan ke arah kepala korban," kata salah satu saksi yang tidak mau disebutkan namanya.
Saksi melanjutkan bahwa pelaku kemudian memukuli kepala korban berulang kali dengan gagang korek api tersebut. Korban yang tidak bisa berbuat banyak karena terkejut dan takut akhirnya jatuh dan tersungkur di tanah.
Beberapa warga sekitar yang melihat kejadian ini sempat panik dan berusaha menghentikan aksi pelaku. Namun, pelaku yang masih dalam keadaan mabuk terus mengancam dengan gagang korek api yang dipegangnya.
"Kami berusaha mendekati tapi pelaku terus mengancam akan melepaskan tembakan. Padahal nanti ternyata itu hanya korek api biasa," tambah saksi tersebut.
Setelah beberapa saat, warga berhasil mengamankan pelaku dan menyerahkannya kepada aparat kepolisian yang tiba di lokasi. Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kronologi Lengkap Kejadian
Kejadian berawal ketika korban, se pensiunan TNI bernama Hasan (65), sedang duduk di bangku umum di dekat sebuah warung kopi di Jalan Raya Bojongsoang, Bandung. Pukul 16.30 WIB, seorang pria tak dikenal tiba-tiba mendekatinya.
"Sedang duduk santai sambil menikmati kopi, tiba-tiba ada pria mendekati. Awalnya saya pikir minta rokok atau uang, tapi ternyata tidak," ujar Hasan dalam kondisi masih terbaring di ranjang rumah sakit.
Pelaku yang kemudian diketahui bernama Ahmad (35) tiba-tiba mengeluarkan gagang korek api dari saku celananya dan menunjukkannya ke arah kepala Hasan. Tanpa ampun, pelaku memukuli korban dengan gagang korek api tersebut.
"Saya terkejut dan tidak bisa bergerak. Dia terus memukuli kepala saya dengan gagang korek api itu. Saya hanya bisa bertahan dan meminta tolong," keluh Hasan yang diwakili oleh keluarganya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban berusaha membantu. Beberapa di antaranya berusaha menghentikan pelaku dengan cara memukul pelaku punggung menggunakan bambu tipis. Namun, pelaku tetap nekat melakukan aksinya.
"Kami sudah berusaha menghentikannya tapi dia masih mabuk dan tidak bisa dikendalikan. Akhirnya kami berhasil mengamankan dia setelah beberapa orang pria kuat datang membantu," jelas salah satu warga yang turut campur tangan.
Setelah berhasil diamankan, pelaku diserahkan kepada tim patroli Polsek Bojongsoang yang tiba di lokak. Polisi kemudian membawa pelaku ke Mapolsek untuk dimintai keterangan.
Reaksi Pihak Kepolisian
Kasatreskrim Polresta Bandung Kompol Eko Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya sudah menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa gagang korek api yang digunakan sebagai senjata pemukulan.
"Kami telah menetapkan pelaku sebagai tersangka dan akan memprosesnya secara hukum. Tindakan pelaku sangat tidak manusiawi dan tidak bisa ditoleransi," ujar Eko dalam konferensi pers singkat di Mapolresta Bandung.
Menurut Eko, pelaku dinyatakan positif mabuk saat dites menggunakan alat breathalyzer. "Hasil tes breathalyzer menunjukkan angka 0,8 yang artinya pelaku masih dalam keadaan mabuk sedang," jelasnya.
Korban yang mengalami lalaian di kepala dan wajah saat ini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Bandung. "Kondisi korban masih dirawat intensif di rumah sakit karena lukanya cukup serius," kata Eko.
Polisi masih menyelidiki motif di balik aksi pelaku. "Kami masih mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada motif lain di balik tindakan pelaku. Apakah karena masalah pribadi atau hanya sekadar tindakan asal," tambahnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mengulangi tindakan serupa dan menghindari konsumsi minuman beralkohol berlebihan yang bisa menyebabkan tindakan tidak terkontrol. "Kami akan terus mengusut tuntas kasus ini dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya bagi pelaku," pungkas Eko.
Komentar (0)