Kebakaran di Lereng Merapi, Awan Panas Guguran Jadi Pemicunya
Gunung Merapi kembali menunjukkan kekuatannya dengan terjadinya kebakaran di lerengnya pada Rabu (15/11) siang. Kebakaran yang terjadi di sekitaran area hutan lindung di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini diduga disebabkan oleh guguran awan panas dari puncak gunung berapi aktif tersebut.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Gempa Bumi (PVMBG) Hanum atas nama Kepala BPPTKG, mengatakan bahwa kebakaran di lereng Merapi teramati sekitar pukul 11.30 WIB. Api yang membara terlihat menjulang tinggi di area hutan dengan kondisi cuaca cerah yang mempermudah penyebaran api.
"Berdasarkan data visualisasi dan hasil analisis, kebakaran ini diduga disebabkan oleh guguran awan panas dari puncak Merapi. Awan panas tersebut bergerak turun dengan jarak sejauh 1,5 kilometer ke arah hulu Kali Gendol," jelas Hanum dalam keterangannya, Kamis (16/11).
Evakuasi Sementara dan Upaya Pemadaman
Sejak ditemukannya api, Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi sementara warga yang berada di sekitar area terdampak. Warga yang tinggal di Dusun Ngrendeng dan Dusun Kaliadem diminta untuk waspada dan siap-siap mengungsi jika diperlukan.
Upaya pemadaman api terus dilakukan oleh ratusan personel gabungan dari BPBD Magelang, TNI/Polri, Tagana, PMI, serta relawan dan masyarakat setempat. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 5 unit pompa air digunakan untuk memadamkan api yang menggerus hutan seluas sekitar 5 hektare.
Status Merapi Tetap Siaga Level III
Meskipun terjadi kebakaran di lerengnya, status aktivitas Gunung Merapi tetap berada di Level III (Siaga) dengan kondisi vulkanik masih relatif stabil. PVMBG mencatat bahwa terjadi 37 kali guguran lava, 1516 kali gempa tektonik, 286 kali gempa vulkanik dangkal, dan 6 kali guguran awan panas dengan jarak luncur maksimal 1,5 kilometer dalam periode 7 hari terakhir.
Warga di sekitar lereng Merapi juga diminta untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari BPPTKG dan BPBD setempat. Segala aktivitas di lereng gunung harus dihindari selama status gunung dalam kondisi siaga.
Dampak Lingkungan dan Ekosistem
Kebakaran di lereng Merapi ini mengakibatkan kerusakan pada ekosistem hutan yang sudah rapuh. Area terdampak merupakan habitat bagi beberapa flora dan fauna langka, termasuk tumbuhan endemik dan satwa liar yang hidup di kawasan tersebut.
Sementara itu, kabar baiknya adalah kebakaran belum menyebabkan korban jiwa. Namun, asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran menyebabkan kualitas udara di beberapa wilayah sekitar Merapi menurun drastis. BPBD Magelang telah menyiapkan masker bagi warga yang terdampak asap.
Pemerintah setempat bersama PVMBG dan BPBD terus memantau perkembangan situasi. Evakuasi sementara masih dilakukan secara preventif untuk memastikan keselamatan warga di sekitar area terdampak kebakaran.
Komentar (0)