30, 2026
Nasional

Minta Hujan! Potret Ribuan Warga Kalbar Salat, Dikepung Asap Karhutla

Mereka melaksanakan salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang dan kepungan kabut asap akibat karhutla.]]>

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Minta Hujan! Potret Ribuan Warga Kalbar Salat, Dikepung Asap Karhutla

Minta Hujan! Ribuan Warga Kalbar Salat Dikepung Asap Karhutla

Ribuan warga di Provinsi Kalimantan Barat terpaksa melakukan salat istisqa (meminta hujan) secara bersamaan untuk menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah. Asap tebal dari berbagai titik kebakaran telah menyelimuti sejumlah wilayah, menyebabkan kualitas udara turun drastis dan mengancam kesehatan masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Ahmad Yani, mengatakan bahwa salat istisqa telah dilaksanakan di sejumlah titik, termasuk di kota Pontianak dan sekitarnya. "Kami mendorong masyarakat untuk melakukan salat istisqa sebagai bentuk doa bersama agar hujan turun segera dan membantu memadamkan api yang masih menyala di berbagai lokasi," ujarnya, Kamis (26/9/2023).

Menurut data BPBD Kalimantan Barat, hingga pekan ini terdapat setidaknya 150 titik kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di 12 kabupaten dan kota. Luas area yang terbakari diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 hektare, dengan 70% di antaranya merupakan lahan gambut.

Kondisi Darurat Kesehatan

Kondisi asap yang sangat pekat telah menyebabkan lonjakan kasus gangguan pernafasan di berbagai fasilitas kesehatan. RSUD Dr. Soedarso Pontianak melaporkan bahwa jumlah pasien dengan keluhan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) meningkat hingga 40% dalam seminggu terakhir.

"Kami menerima rata-rata 50 pasien ISPA per hari, padahal biasanya hanya sekitar 30 pasien. Mayoritas anak-anak dan lansia yang rentan terhadap dampak asap," kata Kepala RSUD Dr. Soedarso, dr. Siti Aminah, M.Kes.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengeluarkan keadaan darurat bencana karhutla selama 14 hari terakhir. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan tim relawan telah diterjunkan ke berbagai titik api. Namun, upaya pemadaman terus dihadang oleh cuaca yang kering dan angin kering yang memperburat penyebaran asap.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Selain kesehatan, kebakaran hutan dan lahan juga memberikan dampak serius terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Ribuan hektare lahan pertanian dan perkebunan yang ditanami kelapa sawit, karet, dan buah-buahan rusak akibat terkena asap dan api.

Seorang petani karet di Kabupaten Kubu Raya, Hasan (45), mengeluhkan kondisi yang dialaminya. "Lahan karet saya seluas 5 hektare terkena asap tebal selama seminggu terakhir. Daun-daun karet layu dan gugur, pasti produksi getah akan turun drastis. Bagaimana saya bisa mencukupi kehidupan keluarga jika tidak ada pemasukan?" tuturnya dengan penuh haru.

Di sektor pariwisata, beberapa objek wisata alam di Kalimantan Barat seperti Taman Nasal Betung dan Danau Sentarum terpaksa ditutak sementara karena kondisi asap yang tidak memungkinkan wisatawan untuk berkunjung. Beberapa maskapai penerbangan juga menghentikan sementara penerbangan menuju bandara Internasional Supadio Pontianak karena visibilitas yang buruk.

Upaya Pemerintah dan Masyarakat

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi bencana karhutla. "Selain mengirimkan tim pemadam kebakaran, kami juga bekerja sama dengan TNI/Polri untuk melakukan penyiraman air dari udara menggunakan helikopter. Kami juga membentuk posko-posko di setiap kabupaten untuk memantau perkembangan kebakaran," jelasnya.

Sebagai upaya pencegahan dini, pemerintah juga telah meminta seluruh kepala daerah untuk melakukan pembakaran lahan secara terkontrol. "Kami akan memberikan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran lahan yang melanggar aturan. Denda yang dikenakan bisa mencapai Rp10 miliar dan pidana penjara maksimal 10 tahun," tambah Sutarmidji.

Masyarakat setempat pun ikut berpartisipasi aktif dalam upaya penanggulangan karhutla. Ribuan relawan dari organisasi pemuda, ormas, dan komunitas lokal turun ke lapangan untuk membantu pemadam kebakaran dan menyebarkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan.

Dengan kondisi yang semakin genting, masyarakat Kalimantan Barat terus berdoa agar hujan segera turun. Salat istisqa yang dilakukan ribuan warga diharapkan menjadi jawaban atas doa mereka untuk segera bebas dari belenggu asap kebakaran hutan dan lahan yang telah menghantui sebagian besar wilayah di provinsi ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter