17, 2026
Politik

Prabowo Tiba di KTT BRICS 2026, Bawa Misi Apa untuk RI?

Presiden Prabowo Subianto tiba di Bharat Mandapam, New Delhi, India, untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Prabowo Tiba di KTT BRICS 2026, Bawa Misi Apa untuk RI?

Prabowo Tiba di KTT BRICS 2026, Bawa Misi Apa untuk RI?

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di kota Johannesburg, Afrika Selatan, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026. KTT yang menjadi agenda penting dalam kalender diplomatik global ini berlangsung pada tanggal 15-17 Juli 2026. Kehadiran Presiden Prabowo menandakan komitmen Indonesia dalam memainkan peran aktif dalam forum multilateral yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan ini.

Kedatangan Presiden disambut oleh pejabat tinggi pemerintah Afrika Selatan di Bandara Internasional OR Tambo. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan kebanggaannya Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam forum yang menjadi motor ekonomi global ini. "Indonesia hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai kontributor aktif dalam membentuk arah masa depan ekonomi global yang lebih adil dan inklusif," ujar Presiden.

Agenda Diplomatik Presiden Prabowo

Selama menghadiri KTT BRICS, Presiden Prabowo dijadwalkan akan mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara anggota BRICS. Beberapa agenda yang menjadi prioritas adalah perluasan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antar negara. Presiden juga akan membahas isu-isu global seperti perubahan iklim, ketenangan regional, serta reformasi tatanan ekonomi internasional yang lebih adil.

Dalam pidato pembukaannya, Presiden menekankan pentingnya meningkatkan representasi negara-negara berkembang dalam lembaga-lembaga global. "Struktur global saat ini masih didominasi oleh negara-negara tertentu. Kita perlu mewujudkan tatanan internasional yang lebih seimbang dan mewakili kepentingan seluruh negara," tegas Presiden.

Fokus Ekonomi dan Investasi

Salah satu misi utama Presiden Prabowo dalam KTT BRICS adalah mendorong investasi dari negara-negara anggota ke Indonesia. Pemerintahan Indonesia saat ini sedang gencar menarik investor asing untuk berbagai sektor strategis, mulai dari energi terbarukan, infrastruktur, hingga teknologi digital. Indonesia menawarkan potensi pasar yang besar dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa serta stabilitas politik yang relatif baik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mendampingi Presiden menyatakan bahwa Indonesia telah menyiapkan sejumlah proyek investasi bernilai triliunan rupiah. "Kita akan memaparkan potensi Indonesia dalam hal transformasi digital, ekonomi hijau, dan industri kreatif. BRICS menjadi pasar yang sangat potensial bagi produk-produk Indonesia," jelas Airlangga.

Kerja Sama Teknologi dan Inovasi

Selain bidang ekonomi, Indonesia juga fokus mengembangkan kerja sama dalam bidang teknologi dan inovasi dengan negara-negara BRICS. Presiden Prabowo berharap dapat memperoleh dukungan teknologi dalam mengembangkan industri pertahanan nasional serta sektor digital. "Kita sedang mengembangkan ekosistem digital yang komprehensif. Dukungan dari para mitra BRICS akan sangat berarti bagi percepatan transformasi digital Indonesia," ujar Presiden.

Indonesia saat ini sedang gencar mengembangkan program Digital Talent Indonesia yang bertujuan mencetak 9 juta talenta digital pada tahun 2030. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 dan mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif secara global.

Peran Aktif Indonesia dalam Diplomasi Global

Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS menunjukkan komitmen Indonesia untuk memainkan peran lebih aktif dalam diplomasi global. Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan ekonomi terbesar ke-16 global, Indonesia berusaha meningkatkan pengaruhnya dalam forum-forum internasional.

Dalam pidatonya, Presiden menegarkan kembali komitmen Indonesia terhadap prinsip-prinsip dasar hubungan internasional seperti yang tercantum dalam Piagam PBB. "Indonesia akan terus memperjuangkan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan global. Kita percaya bahwa kerja sama multilateral adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan global," tegas Presiden.

KTT BRICS 2026 diharapkan akan menghasilkan serangkaian kesepakatan penting yang akan membentuk arah ekonomi global untuk lima tahun ke depan. Indonesia berharap dapat menjadi jembatan antara negara-negara BRICS dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN serta negara-negara berkembang di seluruh dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter