28, 2026
Politik

Prabowo Terima Panglima Jilah, Bahas Penanganan Karhutla di Kalbar

Presiden Prabowo Subianto bertemu Panglima Jilah dari TBBR, membahas dukungan penanganan karhutla di Kalimantan dan kebutuhan masyarakat adat.]]>

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Terima Panglima Jilah, Bahas Penanganan Karhutla di Kalbar

Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah, tokoh masyarakat asal Kalimantan Barat, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, salah satu provinsi yang paling rawan terdampak kebakaran saat musim kemarau tiba.

Pembahasan Utama dalam Pertemuan

Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Panglima Jilah mendiskusikan langkah-langkah pencegahan serta penanggulangan karhutla yang selama ini menjadi persoalan berulang di Kalimantan Barat. Kebakaran di provinsi tersebut umumnya dipicu oleh pembukaan lahan dengan cara membakar, baik untuk kepentingan perkebunan, pertanian, maupun kegiatan lainnya. Kondisi lahan gambut yang luas membuat api sulit dipadamkan ketika sudah menjalar ke lapisan tanah.

Karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan warga, aktivitas sekolah, transportasi udara, serta hubungan dengan negara tetangga. Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, sehingga kabut asap lintas batas kerap menjadi perhatian kedua negara. Karena itu, penanganan karhutla menjadi prioritas pemerintah, terutama pada periode puncak kemarau yang kerap diperparah oleh fenomena iklim seperti El Nino.

Kondisi Karhutla di Kalimantan Barat

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat bukan persoalan baru. Hampir setiap tahun, terutama pada musim kemarau, sejumlah kabupaten di provinsi itu melaporkan munculnya titik panas. Wilayah dengan hamparan gambut menjadi salah satu titik rawan karena api di lapisan gambut sulit terdeteksi dan membutuhkan waktu lama untuk dipadamkan.

Kondisi ini diperburuk oleh praktik pembakaran lahan yang masih terjadi di sebagian masyarakat. Meskipun berbagai aturan telah diterbitkan, pengawasan di lapangan masih menghadapi tantangan, antara lain luasnya wilayah dan terbatasnya personel. Oleh karena itu, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat.

Komitmen Pemerintah dalam Pengendalian Karhutla

Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menangani karhutla secara serius dan terpadu. Pemerintah telah membentuk satuan tugas pengendalian karhutla yang melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, serta pemerintah daerah. Satuan tugas tersebut bertugas melakukan patroli terpadu, pemadaman dini, serta pendataan titik panas di wilayah rawan.

Pencegahan dan Deteksi Dini

Selain pemadaman, pemerintah mendorong penguatan sistem peringatan dini berbasis pemantauan titik panas melalui citra satelit. Teknologi modifikasi cuaca juga digunakan untuk mendukung upaya pemadaman dengan cara menurunkan hujan buatan di wilayah yang dilanda kebakaran. Brigade pengendalian karhutla dibentuk di sejumlah daerah guna mempercepat respons ketika kebakaran mulai muncul.

Penegakan Hukum

Pemerintah juga menegaskan akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan. Penegakan hukum dianggap penting agar efek jera dapat menekan praktik pembakaran lahan yang selama ini sulit dihilangkan. Aparat penegak hukum diminta bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengusut setiap kasus kebakaran yang terjadi.

Sinergi Pusat dan Daerah

Selain itu, pemerintah meminta kepala daerah di wilayah rawan meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menyiapkan peralatan pemadam, posko pengaduan, dan tim reaksi cepat. Anggaran penanganan karhutla juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi musim kemarau.

Peran Masyarakat dan Tokoh Adat

Dalam pertemuan tersebut, Panglima Jilah menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pelibatan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla. Ia menilai keterlibatan masyarakat adat dan tokoh lokal sangat penting karena mereka memahami kondisi wilayah serta memiliki kearifan lokal dalam mengelola lahan.

Panglima Jilah juga menyampaikan harapan agar pemerintah memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran. Menurutnya, pengelolaan lahan tanpa bakar perlu didukung dengan alternatif ekonomi agar masyarakat tidak bergantung pada praktik pembakaran. Pemerintah dinilai perlu memperkuat pendampingan dan penyuluhan kepada kelompok tani di daerah rawan.

Tindak Lanjut Pertemuan

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan Panglima Jilah. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan instansi terkait untuk menyusun langkah konkret penanganan karhutla di daerah tersebut.

Prabowo menegaskan bahwa pengendalian karhutla harus dilakukan secara konsisten sepanjang tahun, bukan hanya ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat agar persoalan karhutla dapat dituntaskan dari hulu.

Panglima Jilah menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintah dalam menyosialisasikan pencegahan karhutla kepada masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter