28, 2026
Teknologi

Pohon Kebanggaan RI Jadi Rahasia di Balik Harum Parfum Arab

Sepanjang 2025, ekspor gaharu Indonesia meningkat dari sisi volume sekaligus mencatat lonjakan nilai yang jauh lebih besar.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pohon Kebanggaan RI Jadi Rahasia di Balik Harum Parfum Arab

JAKARTA — Di balik aroma khas parfum mewah yang digandrungi kawasan Timur Tengah, tersimpan bahan baku yang berasal dari hutan tropis Indonesia, yakni kayu gaharu. Komoditas yang dikenal dengan istilah oud di dunia wewangian Arab ini disebut menjadi salah satu kunci utama di balik keharuman parfum premium yang bertahan lama.

Hal tersebut diulas dalam laporan CNBC Indonesia yang menjadi sumber tulisan ini. Di dalam negeri, gaharu selama ini lebih dikenal sebagai bahan dupa atau wewangian rumah. Padahal, di pasar internasional, gaharu Indonesia memegang posisi penting sebagai bahan baku minyak oud yang harganya dapat mencapai jutaan rupiah per botol.

Apa Itu Gaharu dan Mengapa Begitu Bernilai

Gaharu adalah kayu berwarna gelap yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari genus Aquilaria. Kayu ini tidak terbentuk secara alami pada setiap pohon. Gaharu baru muncul ketika pohon mengalami luka atau terinfeksi jamur tertentu. Sebagai bentuk pertahanan diri, pohon mengeluarkan resin atau getah berwarna gelap yang kemudian meresap dan mengeras di bagian batangnya. Resin inilah yang menjadi cikal bakal gaharu bernilai tinggi.

Proses tersebut membuat gaharu menjadi komoditas yang langka. Tidak semua pohon Aquilaria menghasilkan resin, dan pembentukan resin berkualitas tinggi membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga puluhan tahun. Faktor kelangkaan inilah yang membuat harganya melambung tinggi. Pada kualitas super, harga gaharu bisa mencapai puluhan juta rupiah per kilogram, bahkan lebih untuk mutu terbaik.

Minyak Oud dan Proses Penyulingan

Dari kayu gaharu, para produsen menyuling minyak oud atau minyak gaharu. Proses penyulingan dilakukan dengan metode distilasi uap, baik secara tradisional maupun modern. Untuk menghasilkan satu liter minyak oud berkualitas, dibutuhkan ratusan kilogram kayu gaharu. Karena itu, tidak mengherankan jika minyak oud menjadi salah satu bahan wewangian termahal di dunia.

Minyak oud banyak digunakan sebagai bahan dasar parfum, dupa, hingga campuran produk perawatan tubuh. Di Timur Tengah, minyak ini menjadi simbol kemewahan dan kerap digunakan dalam berbagai acara penting, termasuk ritual penyambutan tamu kehormatan.

Pasar Timur Tengah dan Peluang Ekspor

Permintaan gaharu terbesar datang dari negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Kawasan ini dikenal sebagai pasar utama minyak oud dan dupa gaharu yang lazim disebut bakhoor.

Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen gaharu terbesar di dunia. Sebaran pohon Aquilaria terdapat di sejumlah wilayah, antara lain Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Beberapa spesies yang banyak dimanfaatkan antara lain Aquilaria malaccensis dan Aquilaria filaria. Gaharu dari Indonesia rutin diekspor ke sejumlah negara, baik dalam bentuk kayu, serpihan, bubuk, maupun minyak.

Nilai Ekonomi dan Mata Pencaharian Masyarakat

Keberadaan gaharu tidak hanya menguntungkan industri parfum global, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di sekitar hutan. Banyak warga yang mencari gaharu secara tradisional, sementara sebagian lainnya membudidayakan pohon Aquilaria secara terencana. Budidaya dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan pengambilan langsung dari hutan alam yang berisiko merusak populasi pohon.

Regulasi dan Tantangan Kelestarian

Di balik nilai ekonominya yang besar, perdagangan gaharu menghadapi aturan yang ketat. Sejumlah spesies Aquilaria, seperti Aquilaria malaccensis, masuk dalam daftar Appendix II Convention on International Trade in Endangered Species (CITES). Artinya, perdagangan internasional komoditas ini hanya boleh dilakukan dengan izin dan pengawasan ketat agar tidak mengancam kelestarian spesies.

Di dalam negeri, perdagangan gaharu juga diatur melalui sejumlah peraturan, termasuk ketentuan tentang pengangkutan tumbuhan dan satwa liar. Setiap pengiriman gaharu, baik antardaerah maupun ke luar negeri, wajib dilengkapi dokumen legal. Meski demikian, praktik pengambilan ilegal di lapangan masih kerap terjadi dan menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan komoditas ini.

Masa Depan Gaharu Indonesia

Dengan tren parfum berbahan oud yang terus tumbuh di pasar global, peluang gaharu Indonesia dinilai masih terbuka lebar. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan yang berkelanjutan, mulai dari pembudidayaan, pengolahan, hingga kepatuhan terhadap regulasi. Jika dikelola dengan baik, gaharu tidak hanya menjadi kebanggaan alam Indonesia, tetapi juga sumber devisa yang menjanjikan bagi negara.

Demikian ulasan mengenai peran kayu gaharu Indonesia di balik keharuman parfum Arab yang dirangkum dari laporan CNBC Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter