PJJ di Lampung Berakhir, Besok Siswa Sekolah Seperti Biasa
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Provinsi Lampung secara resmi berakhir pada Senin (6/1/2025). Keputusan ini diambil setelah pemerintah provinsi menilai kondisi pandemi COVID-19 yang sudah mulai membaik. Para siswa di seluruh kabupaten dan kota di Lampung akan kembali ke sekolah untuk belajar tatap muka mulai Selasa (7/1/2025).
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka kembali dilakukan demi kepentingan peserta didik. "Kita lihat kondisi sekarang sudah membaik, angka kasus COVID-19 menurun drastis. Untuk itu, kita kembalikan kegiatan belajar mengajar tatap muka seperti semula," ujar Arinal dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Gubernur Lampung, Senin siang.
Penyesuaian Kurikulum dan Jam Belajar
Direktur Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Herman Jasin menjelaskan bahwa kurikulum akan disesuaikan dengan materi yang telah diajarkan selama PJJ. "Kami akan melakukan penyesuaian kurikulum sehingga tidak ada materi yang terlewatkan. Siswa juga akan diberikan kesempatan untuk bertanya dan memperdalam materi yang sulit selama PJJ," jelas Herman.
Untuk menyesuaikan kondisi, jam belajar di sekolah-sekolah di Lampung akan disesuaikan. Beberapa sekolah memilih untuk memperpanjang jam belajar sedangkan yang lain memperpendek jeda antar pelajaran. "Kami memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk menyesuaikan jam belajar sesuai kebutuhan," tambah Herman.
Upaya Pencegahan COVID-19 di Sekolah
Meski pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan, pihak sekolah tetap akan menerapkan protokol kesehatan ketat. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Siti Aminah, mengatakan bahwa setiap sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer, dan mengukur suhu tubuh seluruh siswa dan guru sebelum masuk ke kelas.
"Kami juga mendorong sekolah untuk melakukan vaksinasi bagi siswa dan guru yang belum divaksin. Selain itu, ruang kelas akan disemprot disinfektan secara rutin," jelas Siti. Ia menambahkan bahwa jika ada siswa atau guru yang menunjukkan gejala demam, batuk, atau sesak napas, akan segera diisolasi dan diminta untuk pulang.
Reaksi Berbagai Pihak
Reaksi terhadap keputusan pembelajaran tatap muka kembali bervariasi. Beberapa orang tua siswa menyambut baik keputusan ini. "Anak saya lebih mudah memahami materi jika diajarkan langsung oleh guru di sekolah. Selain itu, dia juga bisa berinteraksi dengan teman-temannya," kata Budi, seorang orang tua siswa SMA di Bandar Lampung.
Di sisi lain, ada juga orang tua yang khawatir dengan keamanan anaknya di tengah pandemi. "Saya masih khawatir karena anak-anak masih rentan terinfeksi COVID-19. Mungkin sekolah bisa menerapkan sistem shift untuk mengurangi jumlah siswa di sekolah," ujar Ratna, seorang ibu rumah tangga di Kota Metro.
Program Makanan Bergizi untuk Siswa
Seiring dengan kembalinya pembelajaran tatap muka, pemerintah provinsi Lampung juga meluncurkan program makanan bergizi gratis untuk siswa. Program ini bertujuan untuk memastikan siswa mendapat asupan gizi yang cukup selama belajar di sekolah.
"Kita melihat banyak siswa yang kekurangan gizi karena aktivitas fisiknya meningkat kembali. Program ini akan menyediakan makanan bergizi yang seimbang untuk setiap siswa," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Ahmad Fauzi. Ia menambahkan bahwa menu yang disediakan akan beragam dan mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup.
Program makanan bergizi ini akan dilaksanakan selama tiga bulan pertama pembelajaran tatap muka. Pemerintah berencana untuk mengevaluasi program ini setelah tiga buli berjalan untuk melihat apakah perlu diperpanjang atau tidak.
Persiapan Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka
Beberapa sekolah di Lampung sudah mempersiapkan diri untuk pembelajaran tatap muka. SMA Negeri 1 Bandar Lampung, misalnya, telah mempersiapkan ruang isolasi dan mengadakan pelatihan guru tentang pencegahan COVID-19. "Kami juga telah membeli alat pelindung diri (APD) untuk guru dan staf sekolah," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bandar Lampung, Hendra Wijaya.
Sementara itu, SMA Swasta Al-Falah di Kota Metro mengumumkan akan menerapkan sistem pembelajaran campuran. "Siswa akan belajar tatap muka selama tiga hari seminggu dan dua hari lainnya belajar dari rumah. Ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan di sekolah," jelas Kepala Sekolah SMA Swasta Al-Falah, Maya Sari.
Dengan kembalinya pembelajaran tatap muka, diharapkan kegiatan belajar mengajar di Lampung dapat berjalan normal kembali namun tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan seluruh peserta didik.
Komentar (0)