Basarnas Pastikan Tak Ada Kebocoran pada Badan Kapal Virgo Transport 8
Pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah mengumumkan bahwa tidak ditemukan adanya kebocoran pada badan kapal Virgo Transport 8 yang tengah ditelusisi setelah tenggelam di perairan Kepulauan Seribu. Kapal yang membawa 25 awak ini tenggelam pada Sabtu (14/9) lalu dan baru berhasil dievakuasi pada Minggu (15/9) pagi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Basarnas Jachril Prasetyo mengatakan bahwa tim penyelamat telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap bangunan kapal yang berhasil dinaikkan ke permukaan. "Setelah kita lakukan inspeksi, ternyata tidak ada kebocoran pada badan kapal. Ini menunjukkan bahwa struktur kapal masih dalam kondisi baik," ujar Jachril pada konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Basarnas, Jakarta Selasa (17/9).
Kronologi Kejadian Tenggelamnya Virgo Transport 8
Kapal Virgo Transport 8 mengangkut 25 awak yang terdiri dari 22 WNI dan 3 WNA asal Myanmar. Kapal ini berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara pada Rabu (11/9) lalu. Namun, pada Sabtu (14/9) sekitar pukul 02.00 WIB, kapal dilaporkan tenggelam di perairan Kepulauan Seribu sekitar 60 mil dari Jakarta.
Evakuasi dan Pencarian Korban
Setelah menerima laporan, Basarnas segera meluncurkan operasi pencarian dan pertolongan. Tim Gabungan Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang terdiri dari personel Basarnas, TNI AL, Polri, dan BPBD DKI Jakarta turut terlibat dalam operasi tersebut.
Operasi evakuasi yang berlangsung sejak Sabtu (14/9) dini hari hingga Minggu (15/9) pagi berhasil menyelamatkan 23 awak kapal. Dua korban jiwa ditemukan dalam keadaan tewas dan telah dievakuasi. "Korban yang ditemukan tewas adalah dua awak kapal yang kita duga tewas akibat hipotermia karena terlalu lama terapung di laut," ujar Jachril.
Investigasi Awal dan Penyebab Tenggelam
Setelah kapal berhasil dievakuasi, tim investigasi Basarnas segera melakukan pemeriksaan terhadap kapal untuk mengetahui penyebab tenggelamnya Virgo Transport 8. Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga kerusakan mesin menjadi pemicu utama kejadian ini.
Kondisi Para Korban yang Selamat
Para awak kapal yang selamat dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati dan RS Pertamina Jatiasih. Mereka menerima perawatan medis karena mengalami hipotermia dan luka ringan. "Alhamdulillah, kondisi mereka sekarang sudah membaik. Beberapa di antaranya sudah bisa pulang, sementara yang lain masih dirawat karena kondisi tubuh masih lemah," ujar Jachril.
Basarnas juga membantu para korban untuk pulang ke daerah masing-masing. Para awak kapal asal Myanmar akan dibantu oleh pihak kedutaan negaranya untuk kembali ke negara asal.
Tindakan Pascakejadian dan Peringatan
Dalam konferensi pers tersebut, Basarnas juga memberikan peringatan kepada seluruh pihak terkait, khususnya pemilik kapal, untuk lebih memperhatikan keselamatan pelayaran. "Kami mengimbau agar seluruh pemilik kapal melakukan maintenance secara berkala dan memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak sebelum berlayar," tambah Jachril.
Kasus tenggelamnya Virgo Transport 8 kembali menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran di Indonesia. Basarnas berjanji akan terus mengawasi dan memberikan edukasi mengenai keselamatan pelayaran kepada para pelaut dan pemilik kapal.
Saat ini, Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Perhubungan sedang melakukan investigasi lebih mendalam terkait penyebab tenggelamnya kapal. Hasil investigasi diharapkan bisa segera keluar untuk menindaklanjuti kasus ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar (0)