17, 2026
Teknologi

Pertahanan yang Keropos Masih Jadi PR Chelsea

Xabi Alonso menyoroti lini belakang Chelsea usai kekalahan dari Arsenal. Alonso sadar betul pertahanan Chelsea yang rapuh harus segera diperbaiki.]]>

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pertahanan yang Keropos Masih Jadi PR Chelsea

Pertahanan yang Keropos Masih Jadi PR Chelsea

Performa tim Chelsea musim ini menunjukkan gambaran yang berbeda dibandingkan dengan dominasi mereka di bawah pelatih Thomas Tuchel. Di bawah arahan Graham Potter, The Blues kesulitan menemukan konsistensi, terutama di lini pertahanan yang keropos. Kelemahan di sektor bek tengah dan sayap menjadi ancaman serius bagi ambisi klub di berajang kompetisi.

Performa Menurun di Berbagai Kompetisi

Chelsea memulai musim 2022/2023 dengan ambisi tinggi setelah memenangi Piala Super UEFA dan Carabao Cup musim lalu. Namun, kenyataannya jauh dari harapan. Di Liga Inggris, mereka berada di posisi tengah klasemen dengan performa yang tidak stabil. Di Liga Champions, mereka kesulahan lolos dari babak grup hanya sebagai runner-up di belakang AC Milan dan RB Salzburg. Di Piala FA, mereka tersingkir di babak kelima oleh Crystal Palace.

Kesulahan utama Chelsea terletak pada kecenderungan mereka kebobolan gol di saat-saat krusial. Statistik menunjukkan bahwa The Blues telah kebobolan lebih dari 30 gol di semua kompetisi sejak awal musim. Angka ini jauh di atas standar klub yang dikenal solid di pertahanan.

Kelemahan Struktur Pertahanan

Struktur pertahanan Chelsea yang dulu menjadi andalan kini menjadi beban bagi tim. Masalah dimulai dari lini pertahanan yang seringkali tidak terkoordinasi. Bek tengah seperti Thiago Silva yang sudah berusia 38 tahun menunjukkan tanda-tanda kelelahan, sementara pemain muda seperti Wesley Fofana sering mengalami cedera. Kurt Zouma yang sempat menjadi pilar pertahanan di musim lalu juga meninggalkan klub untuk bergabung dengan West Ham United.

Di sisi lain, bek sayap seperti Reece James dan Ben Chilwell seringkali terlalu maju ke depan, meninggalkan ruang kosong di sisi lapangan yang dimanfaatkan oleh lawan. Situasi ini semakin parah ketika bek tengah tidak mampu menutupi posisi kosong yang ditinggalkan.

Perubahan Sistem yang Membuat Kacau

Graham Potter dikenal sebagai pelatih yang suka bereksperimen dengan formasi. Ia sering mengubah sistem permainan dari 3-4-3 menjadi 4-3-3 atau 4-2-3-1 tergantung lawan. Meski secara teori hal ini seharusnya membuat tim lebih fleksibel, di lapangan ternyata menciptakan kebingungan bagi para pemain terutama di lini pertahanan.

Para bek tengah seringkali bingung mengenai tugas dan posisi mereka dalam setiap pertandingan. Keterlibatan Emerson Palmieri dan Cesar Azpilicueta yang lebih sering bermain di sayap juga membuat struktur pertahanan menjadi tidak solid. Akibatnya, banyak sekali celah yang tercipta di lini pertahanan yang dimanfaatkan oleh pemain lawan.

Profil Pemain yang Tidak Cocok

Transfer pemain di bursa musim panas 2022 juga menjadi masalah. Pierre-Emerick Aubameyang yang didatangkan dari Barcelona seharusnya menjadi solusi di lini depan, bukan di pertahanan. Sementara itu, pemain seperti Kalidou Koulibaly yang didatangkan dari Napoli dengan biaya mahal membutuhkan waktu adaptasi yang lama.

Situasi ini semakin diperparah dengan cedera yang dialami oleh beberapa pemain kunci. Wesley Fofana, Ben Chilwell, dan N'Golo Kante sering absen karena cedera, membuat Potter kesulitan menemukan susunan pemain terbaik yang konsisten.

Strategi Lawan yang Efektif

Lawan-lawan Chelsea kini sudah mengetahui kelemahan di lini pertahanan mereka. Mereka seringkali memainkan bola cepat ke sayap untuk menembus pertahanan atau memanfaatkan umpan silang ke dalam area penalti. Beberapa tim bahkan sengaja memainkan dengan tempo lambat untuk menggoda bek-bek Chelsea agar keluar dari posisi sebelum mengumpan bola di celah.

Strategi ini terbukti efektif. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Chelsea kebobolan gol dari situasi yang seharusnya bisa diatasi dengan mudah. Ini menunjukkan bahwa ada masalah fundamental dalam komunikasi dan pemahaman antar pemain di lini pertahanan.

Harapan di Masa Depan

Menghadapi situasi yang sulit, Chelsea perlu segera mencari solusi. Salah satunya adalah dengan memperbaiki komunikasi di antara para pemain pertahanan. Potter juga perlu lebih konsisten dalam menentukan formasi terbaik untuk tim agar para pemain lebih mudah beradaptasi.

Di jendela transfer musim dingin, Chelsea mungkin perlu merekrut pemain bertahan berkualitas tinggi yang dapat segera berkontribusi. Pemain dengan pengalaman internasional dan mentalitas yang kuat menjadi kebutuhan utama untuk memperkuat lini pertahanan yang kini sangat rapuh.

Bagai Chelsea yang pernah menjadi juara Eropa, masalah di lini pertahanan ini bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Dengan kompetisi yang semakin ketat, kebutuhan untuk memiliki pertahanan solid menjadi kunci kesuksesan. Tanpa perbaikan signifikan di sektor ini, ambisi Chelsea untuk kembali bersaing di puncak klasemen Liga Inggris dan meraih gelar di kompetisi Eropa akan menjadi sulit dicapai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter