Perkuat Pengendalian Banjir, Pemkot Tangsel Bangun Turap 204 Meter
Pemerintar Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggandeng pihak swasta untuk memperkuat sistem pengendalian banjir dengan membangun turap sepanjang 204 meter di wilayah Kecamatan Ciputat. Proyek ini merupakan bagian dari upaya komprehensif dalam mengatasi masalah banjir yang sering melanda wilayah tersebut, terutama saat musim hujan tiba.
Target Penyelesaian Tiga Bulan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Tangsel, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa pembangunan turap tersebut direncanakan akan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan. "Kami bekerja sama dengan pengembang properti untuk mempercepat penyelesaian proyek ini. Turap akan dibangun di sepanjang sungai yang rawan banjir di Ciputat," jelas Fauzi pada konferensi pers, Rabu (15/3).
Menurut Fauzi, lokasi turap yang dibangun berada di area yang sering mengalami genangan air hingga dua meter saat hujan deras. Dengan adanya turap ini, diharapkan aliran air di sungai bisa lebih terkontrol dan mengurangi risiko banjir di sekitar permukiman warga.
Investasi Rp 2,5 Miliar
Proyek pengendalian banjir ini menganggaran sebesar Rp 2,5 miliar yang berasal dari dana kerjasama pemerintah dengan swasta (KPBU). Dana tersebut akan digunakan untuk membangun turap dengan material kuat dan tahan lama, serta dilengkapi sistem drainase yang memadai.
"Kami memilih material beton bertulang untuk struktur turap agar lebih tahan lama dan mampu menahan tekanan air yang deras. Selain itu, kami juga memperhatikan aspek estetika agar tidak mengganggu pemandangan di sekitar sungai," ujar Fauzi.
Upaya Komprehensif Mengatasi Banjir
Pembangunan turap ini merupakan salah satu dari serangkaian upaya yang dilakukan Pemkot Tangsel dalam mengatasi masalah banjir. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan normalisasi sungai di beberapa wilayah, membangun pompa pengendali banjir, serta meningkatkan kapasitas saluran drainase.
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menegaskan bahwa pemerintah komitmen menyelesaikan masalah banjir di Tangsel secara komprehensif. "Banjir adalah masalah serius yang mempengaruhi kehidupan warga. Karena itu, kita perlu solusi yang tepat dan berkelanjutan, bukan hanya sekadar mengatapi masalah," kata Airin.
Peran Masyarakat Penting
Selain upaya fisik seperti pembangunan turap, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga lingkungan terutama di sekitar sungai. "Kita meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan ke sungai karena ini dapat menyumbat aliran air dan memperburuk kondisi banjir," tambah Airin.
Pihak berwenang juga akan meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan di sekitare sungai untuk memastikan tidak ada pembangangan yang mengganggu aliran air. "Kami akan melakukan tindakan tegas bagi pelanggar aturan penataan ruang terutama di kawasan rawan banjir," ujar Fauzi.
Harapan untuk Hasil Optimal
Dengan selesainya pembangunan turap 204 meter ini, diharapkan dapat memberikan solusi nyata dalam mengurangi dampak banjir di wilayah Ciputat dan sekitarnya. Pemerintar juga berencana melanjutkan proyek serupa di wilayah lain yang juga rawan banjir.
"Kami akan terus berupaya melakukan berbagai inovasi dan kolaborasi untuk menjaga Tangsel dari bahaya banjir. Keselamatan dan kenyamanan warga adalah prioritas utama kami," pungkas Airin.
Komentar (0)