17, 2026
Nasional

Penjelasan Kemenhub soal Evakuasi Korban Kapal Virgo yang Hilang di Laut Jawa

Ratusan penumpang Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang hilang kontak di perairan Laut Jawa telah dievakuasi.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penjelasan Kemenhub soal Evakuasi Korban Kapal Virgo yang Hilang di Laut Jawa

Penjelasan Kemenhub soal Evakuasi Korban Kapal Virgo yang Hilang di Laut Jawa

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan penjelasan lengkap mengenai proses evakuasi korban kapal Virgo yang hilang di perairan Laut Jawa. Kapal penumpang berbendera Indonesia ini dilaporkan tenggelam pada Rabu (15/3) sekitar pukul 14.30 WIB dengan 43 orang di atasnya, termasuk 12 awak kapal dan 31 penumpang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kemenhub, Adita Irawati, menjelaskan bahwa evakuasi korban masih berlangsung hingga Kamis (16/3) siang. "Tim SAR gabungan dari TNI AL, Basarnas, dan instansi terkait masih melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya kapal Virgo," ujar Adita dalam konferensi pers di Jakarta.

Kronologi Kejadian

Menurut data yang diperoleh Kemenhub, kapal Virgo berlayar dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tujuan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Rabu (15/3) pukul 08.00 WIB. Kapal ini membawa 31 penumpang dan 12 awak kapal dengan total muatan sekitar 50 ton barang.

Sebelum tenggelam, kapal sempat melapor ke Kantor Pelayaran (Kapal) di Semarang pada pukul 13.45 WIB bahwa mengalami kondisi laut yang buruk dengan tinggi gelombang mencapai 3-4 meter. "Kapal melapor mengalami masalah mesin dan terombang-ambing di tengah laut," jelas Adita.

Kontak terakhir dengan kapal Virgo terjadi pada pukul 14.30 WIB ketika kapal melaporkan sedang dalam keadaan darurat. Setelah itu, komunikasi terputus dan kapal tidak terdeteksi lagi di radar.

Upaya Pencarian dan Evakuasi

Sejak diterimanya laporan hilangnya kapal Virgo, Kemenhub langsung mengaktifkan tim SAR gabungan. "Kami mengirim dua kapal patroli TNI AL, satu pesawat CN-295, dan dua helikopter untuk membantu proses pencarian," tambah Adita.

Lokasi pencarian berpusat di koordinat 6°47' LS - 110°23' BT, sekitar 80 mil barat daya dari Semarang. Tim SAR menggunakan metek grid dengan radius pencarian 20 mil dari titik terakhir posisi kapal Virgo.

Hingga Kamis (16/3) siang, tim SAR telah menemukan 15 korban selamat yang dievakuasi ke RSUD dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. "Korban selamat mengalami hipotermi dan luka ringan. Mereka segera mendapat pertolongan medis," jelas Adita.

Sementara itu, tim SAR masih terus mencari 28 korban lainnya yang diduga masih di atas kapal pelampung atau tenggelam. "Kondisi di lokasi pencarian masih berat dengan tinggi gelombang mencapai 3-4 meter dan arus laut yang deras," ungkap Adita.

Investigasi Awal

Inspektur Jenderal Perhubungan, Widyawan Pranawa, menyatakan bahwa tim inspeksi Kemenhub telah melakukan investigasi awal terkait kecelakaan kapal Virgo. "Pemeriksaan awal menunjukkan kapal Virgo memenuhi syarat layak navigasi," kata Widyawan.

Kapal Virgo merupakan kapal ro-ro (roll on/roll off) dengan panjang 45 meter, lebar 10 meter, dan berat mati 299 GT. Kapal ini memiliki kapasitas 50 penumpang dan 10 mobil.

Menurut Widyawan, pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya kapal. "Kami akan memeriksa faktor cuaca, kondisi kapal, dan kesalahan manusia yang mungkin terjadi," tambahnya.

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah kejadian serupa, Kemenhub akan melakukan evaluasi terhadap operasional kapal di perairan Jawa. "Kami akan memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintasi perairan dengan kondisi buruk," ujar Widyawan.

Selain itu, Kemenhub juga akan memperbaiki sistem pelaporan darurat di selat Jawa. "Kami akan meningkatkan teknologi komunikasi dan pelacakan kapal di perairan rawan," tambahnya.

Kepala Basarnas, Marsda TNI Margo Kusnardi, meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca. "Masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa prakiraan cuaca sebelum berlayar," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter