Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyelenggarakan pelatihan pengolahan pangan lokal bagi 20 orang asli Papua (OAP) di Wamena. Kegiatan yang berlangsung beberapa hari tersebut bertujuan membekali peserta dengan keterampilan mengolah potensi pangan daerah menjadi produk bernilai tambah serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Diversifikasi Pangan untuk Kurangi Ketergantungan Beras
Pelatihan ini menekankan pengolahan komoditas lokal seperti ubi jalar, keladi, pisang, dan sagu menjadi berbagai produk olahan, mulai dari tepung, kue, hingga camilan sehat. Pendekatan ini sejalan dengan program diversifikasi pangan nasional yang mendorong masyarakat memanfaatkan sumber karbohidrat lokal sebagai pengganti beras.
Peserta pelatihan terdiri dari perwakilan kelompok perempuan, pemuda, dan keluarga penerima manfaat dari sejumlah kampung di Jayawijaya. Selama pelatihan, mereka mendapat materi teori dan praktik langsung, termasuk teknik pengemasan dan pemasaran produk agar hasil olahan siap dijual.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari dinas ketahanan pangan dan praktisi pengolahan pangan daerah. Selain teori, peserta langsung mempraktikkan proses pengolahan mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan akhir, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan di rumah masing-masing.
Pemerintah daerah menilai keterampilan ini penting karena Papua Pegunungan memiliki potensi pangan lokal yang melimpah namun belum dikelola secara optimal. Melalui pelatihan, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang meningkatkan pendapatan.
Selain aspek produksi, peserta juga dibekali pengetahuan tentang higiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan serta tata cara penyimpanan bahan baku agar kualitasnya terjaga. Hal ini untuk memastikan produk olahan yang dihasilkan aman dikonsumsi dan layak dipasarkan, termasuk ke hotel, restoran, hingga toko oleh-oleh.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berkomitmen menindaklanjuti pelatihan ini dengan pendampingan berkelanjutan bagi para peserta. Pendampingan mencakup penguatan permodalan melalui koperasi serta kemitraan dengan pelaku usaha lokal agar produk pangan olahan memiliki pasar yang pasti.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi masyarakat OAP dan mewujudkan kemandirian pangan di wilayah pegunungan tengah Papua yang selama ini masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah. Dengan keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di kampungnya masing-masing serta menularkan pengetahuan kepada warga lainnya.
Program pelatihan serupa diharapkan terus diperluas ke distrik-distrik lain di Jayawijaya dan kabupaten lain di Papua Pegunungan. Pemerintah optimistis pengolahan pangan lokal dapat menjadi salah satu sektor unggulan yang mendorong kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan.
Komentar (0)