Pemprov Papua Pegunungan Data 300 Pelaku Ekonomi Kreatif
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan tengah melakukan pendataan terhadap 300 pelaku ekonomi kreatif yang tersebar di delapan kabupaten di wilayah tersebut. Langkah ini ditempuh untuk memetakan potensi ekonomi kreatif daerah secara menyeluruh sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan usaha ke depan.
Pihak Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian, serta Perdagangan Provinsi Papua Pegunungan menyebutkan pendataan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan petugas lapangan. Sektor yang menjadi fokus meliputi kuliner, kriya, fesyen, musik, seni pertunjukan, fotografi, hingga film dan konten digital. Sebagian besar pelaku usaha yang didata merupakan usaha mikro dan kecil yang selama ini berjalan tanpa administrasi yang terdokumentasi dengan baik.
Dalam pelaksanaannya, petugas turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi data, mulai dari identitas pelaku, jenis usaha, perkiraan omzet, hingga kendala yang dihadapi. Pemprov juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar data yang dihimpun akurat dan tidak tumpang tindih antarwilayah.
Pendataan ini dinilai penting karena selama ini banyak pelaku ekonomi kreatif di Papua Pegunungan belum terdata secara resmi. Akibatnya, mereka kesulitan mengakses bantuan permodalan, pelatihan, maupun program pemasaran yang disediakan pemerintah pusat dan daerah.
Melalui data yang terkumpul, Pemprov Papua Pegunungan berencana menyusun program pembinaan yang tepat sasaran, termasuk pelatihan manajemen usaha, pendampingan perizinan, serta promosi produk melalui pameran dan platform digital. Pemerintah juga akan memetakan produk unggulan daerah yang berpotensi menembus pasar nasional.
Sejumlah pelaku usaha menyambut baik pendataan tersebut. Mereka berharap keberadaan mereka diakui secara resmi dan mendapat dukungan nyata, baik dalam bentuk permodalan maupun fasilitasi pemasaran. Salah satu perajin kriya di Jayawijaya menuturkan, selama ini produk kerajinan khas Papua Pegunungan hanya dipasarkan secara terbatas karena keterbatasan informasi dan akses.
Pendataan ditargetkan rampung dalam beberapa pekan ke depan. Hasilnya nanti dirangkum dalam satu basis data tunggal yang menjadi rujukan seluruh organisasi perangkat daerah dalam merancang program pemberdayaan ekonomi kreatif di Papua Pegunungan.
Komentar (0)