Regenerasi Kepemimpinan Warnai Babak Baru Organisasi di Papua Pegunungan
KENYAM – Ikatan Keluarga Tabi Saireri (IKATSA) Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, kini resmi dipimpin oleh generasi muda. Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru bagi organisasi yang menjadi wadah silaturahmi warga keturunan wilayah adat Tabi dan Saireri yang bermukim serta beraktivitas di Nduga.
Kepengurusan baru dibentuk melalui musyawarah yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan di wilayah Nduga. Sejumlah nama muda dipercaya mengisi posisi ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, hingga koordinator bidang. Terpilihnya anak-anak muda dinilai sebagai bentuk regenerasi yang sehat dan wajar dalam perjalanan sebuah organisasi.
Proses serah terima jabatan berlangsung dihadiri sejumlah tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan pemerintah distrik. Dalam kesempatan itu, pengurus lama berpesan agar organisasi tetap menjaga keharmonisan dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk masyarakat asli Nduga yang telah menerima kehadiran warga pendatang dengan baik.
Ketua terpilih menyampaikan komitmen untuk menghidupkan kembali sejumlah program organisasi yang sempat vakum. Ia menegaskan, kepengurusan baru tidak hanya ingin berkumpul, tetapi juga hadir memberi manfaat bagi warga dan daerah. 'Kami akan memperkuat silaturahmi, menjaga kerukunan, serta mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Nduga,' ujarnya.
Salah satu program awal yang digagas adalah pendataan warga, pemberian beasiswa bagi anak-anak sekolah, serta kegiatan sosial dan budaya. Selain itu, kepengurusan baru juga berencana membuka ruang dialog rutin dengan warga agar aspirasi dan persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan bersama.
Tabi dan Saireri merupakan dua wilayah adat di pesisir utara Papua yang warganya tersebar di berbagai daerah, termasuk pegunungan tengah. Bagi para perantau di Nduga, organisasi ini menjadi rumah kedua untuk menjaga identitas, kebersamaan, dan tali persaudaraan di tanah rantau. Kehadirannya juga memperkaya keberagaman masyarakat Papua Pegunungan.
Tokoh masyarakat menyambut positif pergantian kepemimpinan ini. Regenerasi dinilai wajar dan diperlukan agar organisasi tetap dinamis mengikuti perkembangan zaman. Meski demikian, pengalaman para senior tetap dibutuhkan, sehingga mereka didorong berperan sebagai penasihat dan pembina bagi pengurus baru.
Pemerintah Kabupaten Nduga mengapresiasi langkah regenerasi ini. Keberadaan organisasi kedaerahan di tengah masyarakat Nduga dinilai ikut memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan suku, agama, dan asal daerah, sekaligus mendukung terciptanya suasana yang aman dan damai di Papua Pegunungan.
Ke depan, kepengurusan baru diharapkan segera menyusun program kerja yang konkret dan terukur. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta organisasi kepemudaan setempat menjadi kunci agar IKATSA tidak hanya eksis secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga di Kabupaten Nduga.
Komentar (0)