Ngeri! Kyiv Digempur Drone Rusia Berhari-hari, 37 Orang Tewas
Sejumlah serangan drone yang dilakukan Rusia terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, telah menyebabkan korban jiwa yang signifikan. Menurut kantor wali kota Kyiv, serangan udara berturut-turut yang berlangsung selama beberapa hari telah menewaskan setidaknya 37 orang dan melukai puluhan lainnya. Kepala kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengumumkan bahwa serangan-serangan ini menargetkan area pemukiman sipil dan infrastruktur kritis.
Para pejabat setempat melaporkan bahwa serangan drone terjadi secara intensif selama tiga hari berturut-turut, dengan drone-dron tersebut sering kali masuk ke wilayah udara Kyiv pada malam hari. Drone-dron yang digunakan Rusia diyakini sebagai drone pengebom kamikaze atau drone pengintai yang dimodifikasi untuk membawa muatan ledak.
Detail Serangan dan Dampaknya
Serangan terparah terjadi pada Rabu malam, ketika sebuah gedung apartemen di distrik Shevchenkivskyi diterjang oleh drone. Akibatnya, sejumlah lantai gedung hancur dan menimpa warga yang sedang berada di dalamnya. Tim penyelamat bekerja keras menggali reruntuhan dalam upaya menyelamatkan korban yang masih terjebak.
"Kami menemukan korban hidup di bawah puing-puing, tetapi juga harus menyampaikan berita duka bahwa banyak orang yang tidak selamat," kata seorang anggap tim penyelamat yang tidak ingin disebutkan namanya.
Selain gedung apartemen, serangan juga menargetkan fasilitas kota termasuk sistem distribusi air, jaringan listrik, dan fasilitas kesehatan. Akibatnya, sebagian wilayah di Kyiv mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air.
Respons Pihak Berwenang
Pihak berwenang Ukraina telah mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menembak sejumlah drone yang mendekat, namun beberapa drone masih berhasil mencapai targetnya. Pasukan pertahanan udara Ukraina terus berupaya meningkatkan sistem pertahanan untuk menghadapi serangan semakin meningkatnya serangan drone.
"Kami sedang bekerja keras untuk memperkuat pertahanan udara kita. Ini adalah ujian yang sulit bagi kota kami, tetapi kami akan melawan dan melindungi warga kami," kata Klitschko dalam konferensi pers.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga telah mengutuk serangan-serangan ini, menyebutnya sebagai serangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Zelenskyy menekankan bahwa serangan semacam ini menunjukkan bahwa Rusia terus melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Reaksi Internasional
Sekutu internasional, terutama negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat, telah mengutuk serangan-serangan Rusia terhadap Kyiv. Mereka menegankan kembali dukungan mereka terhadap Ukraina dan menjanjikan bantuan tambalan untuk membantu membangun kembali infrastruktur yang rusak.
"Serangan terhadap warga sipil adalah kejahatan perang yang tidak dapat diterima," kata sepejabat senior Uni Eropa yang memimpin delegasi bantuan ke Ukraina.
PBB telah mengumumkan akan mengirim tim investigasi untuk menyelidiki potensi pelanggaran hukum internasional dalam serangan-serangan ini. Organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah Internasional juga telah meningkatkan bantuan mereka untuk korban serangan di Kyiv.
Kondisi Kyiv Saat Ini
Warga Kyiv saat ini hidup dalam ketakutan yang meningkat. Banyak yang menghabiskan waktu di ruang bawah tanah atau tempat perlindungan umum saat malam tiba. Para pejabat kota telah memperpanjang jam operasional tempat perlindungan umum untuk memastikan semua warga memiliki akses tempat aman jika terjadi serangan.
"Kami tidak tahu kapan serangan berikutnya akan terjadi. Ini membuat hidup kami sangat tidak pasti," kata Mariya, seorang warga Kyiv yang tinggal di dekat area yang diserang.
Para ahli strategi militer mengamati bahwa serangan drone semakin meningkat menunjukkan bahwa Rusia sedang mencoba menghambat moral warga Ukraina dan mengganggu operasional pemerintahan kota. Namun, hingga saat ini, Kyiv tetap bertahan dan pihak berwenang terus berupaya untuk melindungi warga mereka.
Dengan serangan yang berlanjut, dunia terus memantau situasi di Ukraina dengan harapan bahwa konflik ini dapat segera berakhir dan perdamaian dapat kembali untuk warga yang telah menderita selama bertahun-tahun.
Komentar (0)