29, 2026
Nasional

Muktamar ke-35 NU Memanas, Muncul Dugaan Kekerasan

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Muktamar ke-35 NU Memanas, Muncul Dugaan Kekerasan

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, terlihat lebih memanas dari biasanya. Acara yang seharusnya menjadi ajad silaturahmi dan pembahasan masalah kebangsaan ini kandas di tengah jalan karena munculnya dugaan aksi kekerasan yang melibatkan sejumlah peserta.

Kerusuhan yang terjadi pada hari kedua muktamar ini bermula saat sekelompok peserta dari beberapa wilayah terlibat adu mulut di area parkir kompleks. Perdebatan yang awalnya hanya berisi perbedaan pandangan itu berujung pada adu jotos yang melibatkan puluhan peserta. Saksi mata mengatakan, adu jotos tersebut semakin memanas ketika seorang peserta diduga menggunakan senjata tajam yang menyebabkan luka pada bagian tubuh korban.

Perkembangan Kekerasan di Lokasi

Sesaat setelah adu jotos terjadi, situasi menjadi tidak terkendali. Beberapa peserta lain ikut campur dan mencoba memisahkan pihak yang bertikai. Namun, dalam prosesnya, sejumlah peserta diduga melakukan penganiayaan terhadap beberapa orang yang mencoba membantu meredam situasi.

Kepolisian Resor (Polres) Sleman yang menerima laporan segera turun ke lokasi. Tim gabungan dari Polres Sleman dan Polresta Yogyakarta berhasil membubarkan kerumunan dan membawa beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Kapolres Sleman AKBP Budi Santoso mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan.

Reaksi Pengurus Pusat NU

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden yang terjadi. Dalam konferensi pers yang digelar di sela-sela acara, KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan kekecewaannya dan menyesalkan adanya aksi kekerasan di acara yang seharusnya mengedepankan nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan masyarakat yang menjadi saksi atas insiden tidak diinginkan ini. Aksi kekerasan bertentangan dengan semangat dan nilai-nilai yang kami tanamkan dalam setiap aktivitas NU," ujarnya.

KH Yahya juga menginstruksikan kepada jajaran pengurus di lapangan untuk segera membentuk tim khusus yang akan menyelidiki insiden tersebut secara mendalam. Tim investigasi akan bekerja sama aparat kepolisian untuk menuntut tuntutan yang adil bagi pihak yang terbukti bersalah.

Penanganan Korban

Dari informasi yang dihimpun, ada tiga orang korban yang mengalami luka-luka akibat adu kekerasan tersebut. Mereka langsung dibawa ke RSUD Dr. Sardjito untuk mendapat perawatan medis. Salah satu korban yang kondisinya paling parah dinyatakan dalam kondisi stabil setelah mendapat perawatan intensif.

Dokter RSUD Dr. Sardjito yang memeriksa korban menjelaskan bahwa luka yang dialami korban berupa lalaian dan beberapa bekas tusukan yang memerlukan jahitan. "Kondisi korban sekarang sudah stabil dan tidak berbahaya, namun kami masih akan menjalankan observasi selama 24 jam untuk memastikan tidak ada komplikasi," kata dokter yang enggan menyebutkan namanya tersebut.

Reaksi Peserta Muktamar

Insiden kekerasan ini menuai berbagai reaksi dari para peserta muktamar. Sebagian besar peserta mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi dan meminta agar pelaku segera diproses hukum. Sementara itu, ada juga sejumlah peserta yang memilih untuk meninggalkan lokasi muktamar sebagai bentuk protes.

"Saya sangat kecewa dengan apa yang terjadi. Muktamar seharusnya menjadi ajang untuk bersatu, bukan untuk saling menghakimi dan bertikai. Saya meminta agar pengurus NU mengambil sikap tegas terhadap para pelaku," kata Ahmad, salah seorang peserta asal Jawa Timur.

Sementara itu, seorang peserta lain, Fatimah, mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. "Saya sudah mengikuti muktamar sejak puluhan tahun ini dan pertama kali melihat hal seperti ini. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih menjaga persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Tindakan Lanjutan

Pengurus PBNU mengumumkan akan menggelar rapat darurat untuk membahas insiden kekerasan ini. Dalam rapat tersebut akan dibahas langkah-langkah yang akan diambil, termasuk kemungkinan adanya sanksi bagi peserta yang terlibat dalam aksi kekerasan.

"Kami akan menunggu hasil investigasi dari tim khusus dan aparat kepolisian. Setelah itu, kami akan mengambil tindakan yang sesuai dengan AD/ART NU dan nilai-nilai yang kami anut," kata Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya.

Muktamar ke-35 NU yang rencananya akan berlangsung hingga tanggal 28 November 2023 terus berjalan meski diwarnai insiden ini. Panitia menyatakan bahwa keamanan di lokasi diperketat dengan penambahan anggota kepolisian dan satuan pengamanan internal NU.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter