29, 2026
Nasional

Malam Mencekam di Pejompongan

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Malam Mencekam di Pejompongan

Sebuah insiden mencekam terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Rabu dini hari lalu. Sejumlah warga terkejut dengan aksinya seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa yang melukai dua orang korban dengan senjata tajam. Kejadian ini membuat suasana di lingkungan sekitar menjadi panik dan gentar.

Kepala Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Budi Santoso, mengatakan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 02.00 dini hari. Pelaku yang diketahui bernama Ahmad (35) tiba-tiba masuk ke rumah warga dengan menggunakan cara yang tidak wajar. "Pelaku masuk ke rumah korban pertama dengan memecahkan jendela menggunakan batu," ujar Budi saat dikonfirmasi.

Korban pertama, identified as Siti (42), sedang tidar dalam keadaan pulas. Ahmad yang masuk ke dalam rumah segera menyerang Siti dengan menggunakan pisau dapur yang diambil dari dapur korban. Siti yang terkejut mencoba melarikan diri namun berhasil ditangkap oleh pelaku dan dilukai di bagian tangan dan punggung.

"Saat itu, Siti berteriak minta tolong yang sempat didengar oleh tetangganya. Tetangga korban yang bernama Roni (45) segera mengecek ke lokasi kejadian. Namun, Roni juga menjadi korban kedua yang diserang oleh pelaku," tambah Budi.

Roni yang mencoba menghentikan aksi pelaku justru ditusuk di bagian dada dan perut. Kedua korban langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan medis. Siti mengalami luka memar dan sayatan di tangan dan punggung, sedangkan Roni mengalami luka tusukan di dada yang cukup serius.

Setelah menyerang dua korban, Ahmad sempat melarikan diri dari lokasi. Namun, dalam waktu singkat, tim gabungan dari Polsek Tanah Abang dan Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap pelaku di sekitar lokasi kejadian. "Pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Saat ditangkap, pelaku masih dalam keadaan bingung dan mengalami gejala-gejala gangguan jiwa," jelas Budi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa Ahmad merupakan warga asli Jakarta yang tinggal sendiri di sebuah kos-kosan di kawasan Slipi. Beberapa tetangga mengaku bahwa Ahmad sering kali menunjukkan perilaku aneh beberapa pekan terakhir. "Dia sering berteriak-teriak sendirian di kamarnya dan kadang-kadang keluar malam tanpa tujuan jelas," ujar salah seorang tetangga.

Kronologi Lengkap Kejadian

Menurut keterangan polisi, kronologi lengkap kejadian dimulai ketika Ahmad sedang berada di dalam kosnya. Tiba-tiba ia keluar kos dan berjalan liar menuju kawasan Pejompongan. Sekitar pukul 01.30 dini hari, ia tiba di rumah Siti yang sedang tertidur pulas.

Ahmad memecahkan jendela ruang tamu menggunakan batu yang diambil dari halaman rumah. Setelah berhasil masuk, ia langsung menuju ke kamar tidur Siti. Siti yang terkejut saat melihat orang asing di kamarnya mencoba berteriak, namun pelaku segera menutup mulutnya dan menusuk tangan korban dengan pisau dapur.

Teriakan Siti yang terpotong-potong sempat didengar oleh Roni yang tinggal di sebelah rumah. Roni yang khawatir langsung menuju rumah Siti. Saika membuka jendela depan, Roni langsung diserang oleh Ahmad yang sedang berada di dalam rumah.

"Roni mencoba melarikan diri setelah diserang, namun pelaku mengejarnya dan menusuk perutnya. Dalam kondisi terluka, Roni berhasil keluar dari rumah dan berteriak minta tolong ke beberapa tetangga," jelas Budi.

Teriakan Roni membuat beberapa warga sekitar datang ke lokasi dan melihat kondisi rumah Siti yang dalam keadaan kacau. Mereka segera melaporkan kejadian ini ke polisi. Tim polisi yang tiba di lokak segera melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Reaksi Warga dan Pihak Terkait

Kejadian ini membuat heboh warga sekitar Pejompongan. Banyak warga yang mengaku takut dan khawatir kejadian serupa akan terulang kembali. "Sudah lama kami merasa tidak aman di malam hari. Banyak orang aneh yang berkeliaran di sekitar sini," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Dewi Purnama, menyatakan pihaknya akan mengecek kondisi pelaku di rumah sakit. "Kami akan mengevaluasi kondisi psikologis pelaku untuk mengetahui apakah benar ia mengalami gangguan jiwa atau tidak," ujar Dewi.

Untuk sementara waktu, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku dan kedua korban. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menyerang korban. "Kami akan memeriksa semua saksi dan bukti untuk mengetahui motif di balik perbuatan pelaku," pungkas Budi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter