17, 2026
Teknologi

Milan Punya Gaya Main yang Jelas di Bawah Asuhan Amorim

Mantan pelatihInter milan,Andrea Stramaccioni, memuji kiprah Ruben Amorim bersama AC Milan. Ia menilai Rossoneri punya gaya main yang jelas di bawah Amorim.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Milan Punya Gaya Main yang Jelas di Bawah Asuhan Amorim

Milan Punya Gaya Main yang Jelas di Bawah Asuhan Amorim

AC Milan menunjukkan perubahan signifikan di bawah asuhan pelatih baru Ruben Amorim. Sejak memimpin tim, Amorim berhasil membentuk identitas yang jelas untuk Rossoneri. Gaya bermain yang ditampilkan kini berbeda jauh dibandingkan dengan era Stefano Pioli. Perubahan ini tidak hanya terlihat dari statistik, tetapi juga dari performa tim di lapangan.

Transisi Menuju Gaya Bermain yang Agresif

Amorim dikenal sebagai pelatih yang menganut filosofi sepak bola menyerang dengan intensitas tinggi. Di Milan, ia langsung menerapkan konsep serangan tekanan (high press) dan pergerakan cepat tanpa bola. Tim kini lebih aktif dalam merebut kembali bola di lini lawan, bukan menunggu lawan menyerang terlebih dahulu.

Statistik menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal tekanan yang dilakukan oleh Milan. Pada musim lalu di bawah Pioli, rata-rata tekanan Milan hanya mencapai 12 kali per pertandingan. Di bawah Amorim, angka ini melonjak menjadi 18 kali per pertandingan. Angka ini menunjukkan perubahan fundamental dalam pola pikir tim.

Struktur Pertahanan yang Lebih Solid

Meski dikenal sebagai pelatih menyerang, Amorim juga memberikan perhatian besar pada pertahanan. Ia menerapkan sistem pertahanan yang terorganisir dengan empat bek utama. Perbedaan utama dibandingkan dengan Pioli adalah posisi bek yang lebih tinggi dan lebih agresif dalam menekan lawan.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah posisi bek tengah yang lebih maju. Di bawah Pioli, bek tengah seperti Fikayo Tomori dan Pierre Kalulu lebih sering bertahan di depan penjaga gawang. Di bawah Amorim, mereka sering maju ke lengan bek untuk menciptakan garis pertahanan yang lebih luas, mirip dengan sistem yang ia terapkan di Sporting CP.

Peran Pemain Sayap yang Diperluas

Amorim memanfaatkan pemain sayap dengan cara yang berbeda. Di bawah Pioli, Rafael Leao dan Junior Messias lebih sering bermain sebagai pemsayap murni. Di bawah Amorim, mereka diminta untuk bergerak ke dalam dan menciptakan keunggulan numerik di l tengah.

Leao kini menjadi ancaman yang lebih berbahaya karena ia sering turun ke tengah untuk mengambil bola dan menciptakan peluang. Pergerakannya yang tidak terduga menjadi senjata utama Milan di lini serang. Demikian pula dengan pemain sayap lainnya seperti Theo Hernandez yang kembali menunjukkan performa gemilang setelah sempat menurun di musim lalu.

Peningkatan Produksi Gol dari Gelandang

Salah satu kelemahan Milan di bawah Pioli adalah minimnya kontribusi gol dari lini tengah. Amorim menyelesaikan masalah ini dengan meminta gelandangnya seperti Tijjani Reijnders dan Yunus Musah untuk lebih sering masuk area penalti.

Statistik menunjukkan bahwa kontribusi gol dari lini tengah Milan meningkat 40% dibandingkan musim lalu. Reijnders menjadi contoh nyata dengan mencetak 7 gol dalam 15 pertandingan, angka yang jauh lebih baik dari performanya di musim sebelumnya.

Adaptasi Jangka Pendek dengan Hasil Positif

Transisi tidak selalu berjalan mulus. Milan sempat mengalami kesulitan dalam beberapa pertandingan awal di bawah Amorim. Tim kesulitan menyesuaikan dengan intensitas yang diminta pelatih, terutama dalam hal stamina. Namun, setelah beberapa minggu, tim mulai menunjukkan adaptasi yang baik.

Hasilnya positif. Dalam 10 pertandingan pertama di bawah Amorim, Milan meraih 7 kemenangan, 2 seri, dan 1 kekalahan. Angka ini lebih baik dibandingkan performa tim di 10 pertandingan pertama musim lalu. Kemenangan telak atas tim-tim besar seperti Inter Milan dan Juventus menunjukkan bahwa perubahan yang dibawa Amorim bukanlah hal yang sepele.

Kesimpulan

Perubahan yang dibawa Ruben Amorim ke AC Milan bukanlah sekadar perubahan taktik semata. Ia berhasil mengubah cara tim berpikir dan bermain. Dengan gaya bermain yang jelas dan terstruktur, Milan kembali menunjukkan potensi sebagai salah satu tim terbaik di Italia. Jika tim dapat terus mengadaptasi filosofi Amorim, masa depan Rossoneri tampaknya cerah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter