Menteri Perhubungan Pastikan Kapal Virgo Transport 8 Tak Kelebihan Kapasitas
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa kapal feri Virgo Transport 8 yang tengah digunakan untuk operasi angkutan penyeberangan di wilayah perairan Jawa-Bali tidak dalam keadaan kelebihan kapasitas. Penegasan ini disampaikan setelah sejumlah warga dan media massa menyoroti kondisi kapal yang sering kali terlihat penuh penumpang saat melakukan penyeberangan.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (15/3), Menhub Budi Karya menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap kapal milik PT. Virgo Transport tersebut. "Setelah kami lakukan inspeksi mendalam, kami dapat memastikan bahwa kapal Virgo Transport 8 dalam kondisi layak operasi dan tidak ada indikasi kelebihan muatan baik terkait jumlah penumpang maupun kendaraan yang dibawa," ujar Budi Karya.
Proses Verifikasi yang Dilakukan
Kepala Balai Kelaikan Pelayaran (BKP) Surabaya, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap kapal tersebut sejak awal Maret 2023. Proses verifikasi mencakup pemeriksaan dokumen kelaikan, inspeksi visual terhadap kondisi fisik kapal, hingga pengukuran kapasitas muatan secara rinci.
Ia menambahkan bahwa tim inspeksi juga telah memeriksa sistem keselamatan di kapal termasuk pelampung, alat pemadam kebakaran, sekoci, dan sistem komunikasi darurat. "Semua peralatan keselamatan kapal dalam kondisi baik dan siap digunakan jika diperlukan," ujarnya.
Kendala Operasional yang Sering Terjadi
Meski secara resmi tidak kelebihan kapasitas, banyak laporan menyebutkan bahwa kapal Virgo Transport 8 sering kali tampak penuh saat menyeberangi Selat Bali. Beberapa sumber di pelabuhan menyoroti bahwa penumpung sering kali terpaksa menunggu lebih lama karena kapal yang datang penuh muatan.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem reservasi online untuk mengatasi masalah ini. "Sistem ini kami kembangkan agar kita bisa mengontrol jumlah penumpung dan kendaraan yang akan naik ke kapal. Dengan begitu, kami bisa menghindari kelebihan kapasitas," tambah Wijaya.
Langkah Pencegahan dari Pemerintah
Untuk memastikan keselamatan penumpung, Kementerian Perhubungan berencana meningkatkan pengawasan terhadap operasional kapal penyeberangan di seluruh Indonesia. Menhub Budi Karya mengungkapkan bahwa pemerintah akan memperketel tim inspeksi yang akan ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan utama.
Selain itu, pemerintah juga akan mengimplementasikan sistem digital monitoring yang akan menghubungkan semua pelabuhan pusat data di Jakarta. Dengan sistem ini, pihak Kementerian Perhubungan dapat memantau kondisi kapal secara langsung dari pusat.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Menhub meminta agar penumpung selalu mematuhi aturan yang berlaku dan tidak memaksa diri untuk naik ke kapal yang sudah penuh. "Keselamatan bersama adalah tanggung jawab kita semua. Kami meminta kerjasama dari seluruh pihak untuk menjalankan sistem transportasi laut yang aman dan nyaman," tutup Budi Karya.
Komentar (0)