19, 2026
Nasional

Menanti Kabar Baik Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau

Lima jurnalis hilang kontak saat meliput di Gunung Anak Krakatau masih belum ditemukan. Keluarga dan kerabat menanti kabar baik dari proses pencarian.]]>

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Menanti Kabar Baik Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau

Menanti Kabar Baik Jurnalis Hilang saat Liput Anak Krakatau

Seorang jurnalis dinyatakan hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Jurnalis bernama Ahmad Fauzi (32) terakhir kali terlihat pada Sabtu (15/7) ketika berada di perairan dekat pulau berapi tersebut. Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian intensif namun hingga kini belum berhasil menemukan korban.

Kronologi Kehilangan

Ahmad Fauzi, yang bekerja untuk media online "Nusantara Aktual", tiba di area Anak Krakatau pada Jumat (14/7) bersama tim produksi. Mereka bertujuan untuk meliput aktivitas gunung berapi yang telah meningkat beberapa bulan terakhir. Menurut rekan kerja terakhir kali melihatnya, Ahmad terlihat berada di perahu kecil sedang mengambil gambar dari arah barat pulau.

"Saat itu cuaca masih baik, tapi arus laut mulai terasa kuat. Fauzi mengatakan akan mengambil beberapa shot ekstra dari jarak dekat. Itu adalah kali terakhir kami berkomunikasi," ujar Budi Santoso, kameramen yang turut dalam ekspedisi tersebut.

Tim SAR menginformasikan bahwa pencarian pertama kali dilakukan pada Sabtu malam setelah Ahmad tidak kembali ke tempat persembunyian tim. Perahu kecil yang digunakan korban juga ditemukan hanyut di perairan sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian.

Upaya Pencarian Berlanjut

Kepala Basarnas Jakarta, Eko Purwanto, mengatakan bahwa tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polri telah melakukan pencarian 24 jam nonstop. Pencarian menggunakan dua kapal patroli dan satu helikopter dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak menentu di Selat Sunda.

"Kondisi cuaca di lokasi masih sulit, seringkali hujan deras dan ombak tinggi. Ini membuat pencarian menjadi lebih rumit. Kami tetap optimis akan menemukan korban dalam keadaan selamat," ujar Eko dalam konferensi pers di Kantor Basarnas, Minggu (16/7).

Tim SAR juga mengerahkan tim penyelam untuk memeriksa area sekitar pulau Anak Krakatau. Gunung berapi tersebut dikenal aktivitasnya yang tidak menentu dan sering mengalami letusan kecil hingga sedang.

Latar Belakang dan Profil Korban

Ahmad Fauzi adalah jurnalis berpengalaman yang telah meliput berbagai bencana alam di Indonesia. Sebelum bergabung dengan "Nusantara Aktual", pernah bekerja untuk beberapa media cetak dan televisi lokal. Dikenal sebagai jurnalis yang berani dan selalu berusaha memberikan liputan mendalam dari lokasi kejadian.

"Fauzi adalah jurnalis yang profesional. Ia selalu memprioritaskan keamanan meskipun untuk mendapatkan gambar yang menarik. Kali ini mungkin ada sesuatu yang tidak terduga," ujar Redaksi "Nusantara Aktual", Maya Sari.

Keluarga korban yang berasal dari Bandung telah tiba di Jakarta Mingsi pagi dan langsung bertemu dengan tim SAR. Mereka masih dalam keadaah syok tapi tetap memegang harap agar Ahmad ditemukan dalam keadaan selamat.

Tanggapan Pihak Terkait

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan akan memberikan dukungan penuh dalam proses pencarian dan juga akan mengevaluasi protokol keamanan bagi jurnalis yang meliput di area berbahaya.

"Kami akan bekerja sama dengan asosiasi pers untuk membuat pedoman khusus bagi jurnalis yang meliput di lokasi bencana alam, terutama di area gunung beraktif," ujar Deputi Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Agus Halim.

Ditanggapi oleh ahli vulkanologi dari PVMBG, aktivitas Anak Krakatau memang perlu diwaspadai. Sejak Juni lalu, gunung berapi tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas dengan frekuensi gempa vulkanik yang meningkat.

"Area sekitar Anak Krakatau memang rawan. Selain bahaya erupsi, arus laut di sekitarnya juga tidak stabil. Jurnalis yang meliput di sana harus memiliki peralatan yang memadai dan mengetahui risiko yang ada," jelas Dr. Hendra Gunawan, ahli dari PVMBG.

Harapan Terus Menanti

Sejak kehilangan Ahmad, rekan kerjanya di "Nusantara Aktual" terus memantau perkembangan pencarian. Media tersebut juga menghimbau masyarakat untuk memberikan informasi apabila melihat sesuatu yang mencurigakan di sekitar perairan Selat Sunda.

"Kami masih dalam proses koordinasi dengan pihak berwenang. Semoga saja Fauzi bisa ditemukan dengan selamat. Ini adalah momen yang sulit bagi kami semua," ujar Maya Sari dari Redaksi "Nusantara Aktual".

Pencarian akan terus dilakukan hingga Ahmad Fauzi ditemukan. Basarnas mengimbau agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada terhadap kondisi cuaca di Selat Sunda yang sering berubah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter