17, 2026
Politik

Mau Bedah 2 Juta Rumah di 2027, Menteri Ara Beberkan Progres Terkini

Kementerian PKP mengupayakan penambahan alokasi program bedah rumah hingga 2 juta unit pada 2027.]]>

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Mau Bedah 2 Juta Rumah di 2027, Menteri Ara Beberkan Progres Terkini

Mau Bedah 2 Juta Rumah di 2027, Menteri Ara Beberkan Progres Terkini

Pemerintah terus menggenjot program bedah rumah yang ditargetkan mencapai 2 junit unit hingga tahun 2027. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khaleda Hasan, menyampaikan progres terkini program ini dalam konferensi pers yang digunakan di Jakarta, Rabu (15/11).

Menurut Menteri Khaleda, hingga Oktober 2023, program bedah rumah telah berhasil direalisasikan untuk lebih dari 500 ribu unit rumah di seluruh Indonesia. "Target kami adalah mencapai 2 juta unit hingga 2027. Saat ini kita sudah menyelesaikan lebih dari seperempat dari target tersebut," ujar Menteri Khaleda saat memberikan keterangan pers.

Strategi Pelaksanaan Program

Program bedah rumah ini difokuskan pada tiga strategi utama, yaitu pembenahan rumah yang tidak layak huni (RTLH), pembangunan rumah sederhana, serta perbaikan dan pengembangan permukiman. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah, swasta, serta masyarakat.

"Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak kunci keberhasilan program ini," tambah Menteri Khaleda. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 15 triliun untuk program ini dalam APBN 2024, dengan alokasi khusus untuk daerah-daerah yang masih banyak memiliki rumah tidak layak huni.

Tantangan yang Dihadapi

Meski targetnya ambisius, pemerintan mengakui sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program ini. Salah satunya adalah keterbatasan lahan yang layak untuk dibangun rumah, terutama di daerah perkotaan yang padat. Untuk mengatasi ini, pemerintah mempertimbangkan program revitalisasi permukiman kumuh serta penggunaan lahan yang lebih efisien.

"Kita juga harus memastikan kualitas bangunan tidak tergerus oleh efisiensi biaya. Rumah yang dibangun harus aman, sehat, dan nyaman untuk dihuni," ujar Menteri Khaleda. Untuk itu, pemerintah telah menetapkan standar minimal bangunan yang harus dipenuhi dalam setiap proyek bedah rumah.

Inovasi Teknologi dan Keberlanjutan

Dalam pelaksanaannya, pemerintan mendorong penggunaan inovasi teknologi dan bahan bangunan ramah lingkungan. "Kita tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun hunian berkelanjutan. Ini berarti rumah harus tahan bencana, hemat energi, dan menggunakan bahan yang ramah lingkungan," jelas Menteri Khaleda.

Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah penggunaan teknologi cetak 3D untuk pembangunan rumah, yang diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan dengan biaya yang lebih terjangkau. Selain itu, pemerintan juga mendorong penggunaan bahan lokal untuk mendukung perekonomian daerah.

Partisipasi Masyarakat

Peningkatan partisipasi masyarakat menjadi fokus utama dalam program ini. Pemerintan mendorong adanya gotong royong dalam pembangunan rumah, serta pemberdayaan kelompok masyarakat untuk ikut terlibat dalam pembenahan permukiman.

"Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktif terlibat dalam perbaikan huniannya sendiri. Ini penting untuk meningkatkan rasa memiliki dan memastikan keberlanjutan program," kata Menteri Khaleda.

Untuk memastikan transparansi, pemerintan juga mengembangkan sistem pemantauan online yang dapat diakses oleh masyarakat untuk melihat progres pembangunan di wilayahnya masing-masing. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap program bedah rumah.

Target dan Arah Kebijakan 2024

Pada tahun 2024, pemerintan menargetkan dapat menyelesaikan 600 ribu unit rumah melalui program ini. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berhasil menyelesaikan 450 ribu unit. "Kita akan meningkatkan target setiap tahun hingga mencapai puncaknya pada 2027," ujar Menteri Khaleda.

Untuk mendukung target ini, pemerintan akan memperceles proses perizinan pembangunan rumah, serta memberikan insentif fiskal bagi perusahaan swasta yang terlibat dalam program bedah rumah. Selain itu, pemerintan juga akan memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan program berjalan efektif dan efisien.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, pemerintan optimis dapat mencapai target 2 juta unit rumah hingga tahun 2027. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja di sektor konstruksi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter