19, 2026
Nasional

Makin Memanas! Houthi Klaim Arab Saudi Lancarkan 26 Serangan dalam 24 Jam

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/08/10/6a791ed1287a9-pasukan-houthi-yaman_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Makin Memanas! Houthi Klaim Arab Saudi Lancarkan 26 Serangan dalam 24 Jam

Timur Tengah kembali menjadi sorotan internasional seiring meningkatnya ketegangan antara koalisi yang dipimpin Arab Saudi dengan pemberontak Houthi di Yaman. Kelompok Houthi mengklaim bahwa Arab Saudi telah melancarkan 26 serangan udara dalam rentang waktu 24 jam terakhir, menunjukkan eskalasi konflik yang berpotensi mengancam stabilitas regional.

Klaim ini dibuat oleh juru bicara Houthi, yang menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut terjadi di berbagai wilayah di Yaman, termasuk kawasan perbatasan dan pusat-pusat pemukiman. Menurut informasi yang diperoleh, serangan udara tersebut bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur militer Houthi serta memukul posisi-posisi strategis kelompok tersebut.

Respons dari Pihak Saudi

Sementara itu, pihak Arab Saudi belum secara resmi mengonfirmasi jumlah pasti serangan yang dilakukan. Namun, koalisi yang dipimpin Riyadh secara teratur menyatakan bahwa operasi militer mereka bertujuan untuk memerangi gerakan Houthi yang dianggap sebagai ancaman keamanan regional dan pendukung teroris.

Koalisi Saudi menegaskan bahwa semua operasi militer mereka mengikuti standar hukum internasional dan berupaya meminimalkan korban sipil. Mereka menyalahkan Houthi menggunakan fasilitas sipil sebagai perisai militer serta melancarkan serangan roket dan drone ke wilayah Saudi dan Uni Emirat Arab.

Dampak Kemanusiaan

Eskalasi konflik ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kondisi kemanusiaan di Yaman yang sudah sangat memprihatinkan. Negara yang sudah berada dalam situasi krisis humanitarian selama bertahun-tahun ini kini berisiko mengalami penderitaan yang lebih parah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan-badan kemanusiaan lainnya telah menyatakan keprihatinan mereka atas meningkatnya kekerasan. "Konflik ini telah mengakibatkan salah satu krisis humanitarian terburuk di dunia dengan jutaan orang bergantung pada bantuan kemanusiaan," ujar perwakilan WHO dalam sebuah pernyataan resmi.

Reaksi Internasional

Masyarakat internasional telah menanggapi perkembangan ini dengan berbagai cara. PBB telah meminta semua pihak untuk menahan diri dan menghormati gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas situasi yang memanas ini.

Amerika Serikat, yang merupakan sekutu utama Arab Saudi, telah menyatakan keprihatinannya namun belum memberikan komentar spesifik tentang klaim serangan massal oleh Houthi. Beberapa negara Eropa telah menyerang keras eskalasi kekerasan dan menyerang Saudi untuk transparansi dalam operasi militer mereka.

Latar Belakang Konflik

Konflik di Yaman telah berlangsung sejak 2014 ketika Houthi menguasai ibu kota Sana'a dan memaksa pemerintahan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi mengundurkan diri. Koalisi yang dipimpin Saudi intervensi pada 2015 untuk memulihkan pemerintahan Hadi.

Konflik ini telah mengakibatkan ribuan korban jiwa, termasuk banyak warga sipil, dan memicu krisis kemanusiaan yang parah dengan jutaan orang mengungsi dan mengalami kelaparan. Pihak Houthi didukung oleh Iran, sementara Saudi dan sekutunya mendukung pemerintahan Hadi.

Prospek Masa Depan

Dengan meningkatnya kekerasan baru-baru ini, prospek damai di Yaman semakin suram. Upaya diplomasi yang telah dilakukan oleh PBB dan negara-negara penengah terhambat oleh ketidakpercayaan antara pihak-pihak yang bertikai.

Para analis khawatir bahwa eskalasi ini dapat memicu konflik yang lebih luas di seluruh wilayah Timur Tengah, melibatkan kekuatan regional yang lebih besar. Ketegangan antara Iran dan Saudi, yang sudah bertahun-tahun berlangsung, dapat memanas lebih jauus dengan semakin aktifnya intervensi militer di Yaman.

Sementara itu, warga sipil Yaman terus menjadi korban utama dalam konflik yang tampaknya tidak ada habisnya. Organisasi kemanusiaan berjuang untuk memberikan bantuan dasar kepada jutaan orang yang terjebak di tengah garis depan, dengan infrastruktur yang rusak dan akses yang terbatas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter