19, 2026
Nasional

Chelsea Dihajar Brentford 0-3, 'Era Keganasan Xabi' Jadi Bahan Olokan

Chelsea dihajar Brentford 0-3 di Premier League. Awal era Xabi Alonso disorot, sementara 'Era Keganasan Xabi' jadi bahan sindiran warganet.]]>

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Chelsea Dihajar Brentford 0-3, 'Era Keganasan Xabi' Jadi Bahan Olokan

Chelsea Dihajar Brentford 0-3, 'Era Keganasan Xabi' Jadi Bahan Olokan

Performa buruk Chelsea terus berlanjut usai kalah telak dari Brentford dengan skor 0-3 dalam lanjutan Premier League di Stamford Bridge, Sabtu (21/10/2023). Hasil ini menambah tekanan pada pelatih sementara Chelsea, Frank Lampard, yang menggantikan Xabi Alonso setelah masa percobaan singkat sang pelatih asal Spanyol berakhir dengan buruk.

Brentford yang tampil sebagai tim tamu menunjukkan dominasi sejak menit awal. gol pembuka dicetak oleh Bryan Mbeumo menit ke-32 setelah memanfaatkan kesalahan bek sayap Chelsea, Ben Chilwell. Gol tersebut menjadi penanda bahwa performa tim tuan rumah masih jauh dari memuaskan.

Di babak kedua, Brentford memperkecil celah menjadi 2-0 lewat gol Ivan Toney pada menit ke-54. Striker asal Inggris itu berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna setelah wasit memutuskan bahwa Reece James telah melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang.

Serangan Brentford terus berlanjut hingga menit akhir. Sealing kemenangan mereka ditandai dengan gol ketiga dari Yoane Wissa pada menit ke-89. Gol tersebut memastikan kemenangan telak untuk Brentford dan menambah malam pahit bagi para pemain dan suporter Chelsea.

Kritikan Terkait 'Era Keganasan Xabi'

Kekalahan telak ini kembali memicu kritikan terhadap arahan taktik yang diusung oleh Xabi Alonso selama masa percontohannya. Strategi bertahan yang agresif yang diusungnya sering kali meninggalkan ruang kosong di lini pertahanan yang dimanfaatkan dengan baik oleh tim lawan.

Beberapa analis menyebut strategi yang diusung Alonso sebagai 'keganasan taktis' yang kurang efektif. Meskipun menampilkan intensitas tinggi, kurangnya keseimbangan antara serang dan defend menjadi kelemahan fatal yang dimanfaatkan Brentford dengan baik.

"Kami kebobolan dari kesalahan individu yang tidak boleh terjadi pada level ini. Sistem yang kami terapkan masih membutuhkan penyesuaian, terutama dalam hal komunikasi di lini pertahanan," kata Lampard usai pertandingan.

Performa Menurun Pemain Kunci

Performa beberapa pemain kunci Chelsea juga menjadi sorotan. Enzo Fernandez, pemain dengan rekor transfer termahal klub, belum menunjukkan kontribusi yang sesuai dengan statusnya. Demikian pula dengan Raheem Sterling yang kesulitan menemukan ruang di lini depan.

Kiper Robert Sanchez juga menjadi sorotan setelah membuat beberapa kesalahan fatal yang berujung pada gol. Performa buruknya berkontribusi besar pada kebobolan yang terjadi.

"Kami kebobolan dari kesalahan individu yang tidak boleh terjadi pada level ini. Sistem yang kami terapkan masih membutuhkan penyesuaian, terutama dalam hal komunikasi di lini pertahanan," kata Lampard usai pertandingan.

Tantangan Mendatang

Dengan hasil ini, Chelsea semakin terpuruk di klasemen Premier League. Mereka kini berada di posisi ke-12 dengan hanya mengoleksi 15 poin dari 12 pertandingan. Jarak dengan zona degradasi semakin menyempit, menambah tekanan pada Lampard yang harus segera menemukan formula yang tepat untuk membangun tim.

Agenda pertandingan selanjutnya tidak mudah bagi The Blues. Mereka akan menghadapi Newcastle United di luar sebelum menjamu Manchester City di Stamford Bridge. Dua laga ini diprediksi akan menjadi ujian sulit bagi skuad asuh Lampard.

Pihak manajemen Chelsea masih dalam proses mengevaluasi situasi sebelum memutuskan siapa yang akan menjadi pelatih kepala permanen untuk sisa musim ini. Beberapa nama telah disebut-sebut termasuk Luis Enrique dan Julian Nagelsmann, namun hingga kini belum ada keputusan final.

Sementara itu, Brentford yang tampil impresif semakin menguatkan posisi mereka di papan tengah klasemen. Dengan 19 poin, mereka kini berada di posisi ke-9 dan menunjukkan konsistensi yang layak diacungi jempol.

Hasil ini pastinya akan memicu diskusi lebih lanjut mengenai arah strategi Chelsea ke depan. Apakah Lampard dapat membangun tim yang solid, atau apakah manajemen harus segera mencari solusi lain untuk menghindari musim yang mengecewakan bagi salah satu tim terbesar Inggris ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter