17, 2026
Nasional

Lini Belakang Java United Mudah Dijebol Lawan, Fabio Lefundes Ungkap Penyebabnya

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lini Belakang Java United Mudah Dijebol Lawan, Fabio Lefundes Ungkap Penyebabnya

Java United menghadapi mas serius di lini pertahanan sepanjang musim kompetisi Liga 2 2023. Performa yang tidak konsisten terus menjadi perhatian utama bagi tim asuhan Fabio Lefundes. Beberapa kali, lini belakang skuat Garuda Select ini berhasil dijebol oleh lawan dengan mudah, mengakibatkan kekalahan dan poin berharga yang harus dilepas.

Dalam sesi wawancara usai pertandingan terkini, Fabio Lefundes mengungkapkan analisisnya mengenai masalah yang tengah dihadapi timnya. Menurut pelatih asal Brasil ini, ada beberapa faktor yang menyebabkan lini pertahanan Java United rentan dihadapi serangan lawan.

Koordinasi yang Masih Belum Optimal

"Masalah utama yang kita hadapi adalah koordinasi antar pemain di lini belakang," ujar Fabio Lefundes. "Beberapa kali kita melihat ada ruang kosong yang terbentuk karena posisi pemain yang tidak sejalan. Ini memberikan kesempatan emas bagi lawan untuk menyerang."

Menurutnya, kesalahan dalam komunikasi dan pemahaman tugas antar pemain bek tengah dan bek sayan menjadi poin krusial. "Ketika ada pergerakan pemain lawan, kita perlu respons yang cepat dan terkoordinasi. Saat ini, respons kita masih terlambat atau bahkan tidak tepat sasaran," tambahnya.

Penyesuaian Sistem Bertahan

Sistem bertahan yang diterapkan Java United juga menjadi sorotan. Fabio mengakui bahwa timnya kesulitan menyesuaikan sistem pertahanan sesuai dengan karakteristik lawan yang berbeda-beda setelah pertandingan.

"Kita perlu lebih adaptif. Setiap lawan memiliki cara bermain yang berbeda. Ada yang suka menekan, ada yang lebih bertahan dan menunggu kesalahan. Tim kita harus bisa membaca permainan lawan dan menyesuaikan formasi serta posisi secara cepat," jelasnya.

Fabio menambahkan bahwa kurangnya jam terbang para pemain di level kompetisi ini juga memengaruhi kemampuan adaptasi. "Banyak pemain baru yang bergabung dengan kami. Mereka masih perlu waktu untuk memahami pola permainan dan kebutuhan sistem pertahanan yang kompleks."

Kecepatan dan Kekuatan Fisik

Aspek fisik juga menjadi faktor pendukung masalah di lini belakang. Fabio menyatakan bahwa beberapa kali pemainnya kehilangan posisi karena kecepatan yang tidak mampu menandingi serangan lawan.

"Di kompetisi ini, kita melihat banyak pemain dengan kecepatan luar biasa. Jika kekuatan fisik dan kecepatan kita tidak seimbang, akan sulit untuk menahan serangan terutama di sayap," ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Fabio menyebutkan bahwa tim sedang melakukan penyesuaian program latihan. "Kita menambah sesi latihan kecepatan dan daya tahan. Selain itu, kita juga fokus pada latihan simulasi serangan untuk melatih respons para bek."

Rekrumen Bek Tambahan Dibutuhkan

Dalam jangka panjang, Fabio mengungkapkan kebutuhan akan rekrumen tambahan di lini pertahanan. Menurutnya, Java United membutuhkan minimal satu bek tambahan yang berpengalaman dan mampu memberikan stabilisasi.

"Kita sudah berbicara dengan manajemen mengenai hal ini. Pemain yang kita butuhkan adalah yang punya pengalaman di kompetisi selevel atau lebih tinggi. Dia harus mampu membaca permainan dengan baik dan memiliki leadership di lini belakang," jelasnya.

Dengan sisa pertandingan yang masih banyak, Java United perlu segera menemukan solusi untuk masalah di lini pertahanan. Setiap kebobolan yang tidak perlu bisa menjadi pembeda antara lolos ke babak selanjutnya atau harus tersingkir lebih dini.

Fabio Lefundes menegaskan bahwa meski menghadapi tantangan, timnya tetap fokus untuk terus berusaha memperbaiki performa. "Kita tidak akan menyerah. Masalah di lini belakang adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama. Saya yakin dengan kerja keras dan fokus, kita bisa memperbaiki situasi," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter