17, 2026
Nasional

Lima Menit Mencekam Sebelum KM Virgo Karam

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lima Menit Mencekam Sebelum KM Virgo Karam

Kapal Motor (KM) Virgo yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (15/7) meninggalkan kisah kelam yang tak terlupakan. Lima menit terakhir sebelum kapal itu benar-benar hilang di bawah permukaan air laut menjadi momen paling mencekam bagi para penumpang dan awak kapal. Kisah kelam ini mengungkap betapa rapuhnya keselamatan di laut, terutama saat kapal tidak dilengkapi dengan keselamatan yang memadai.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, KM Virgo mulai mengalami masalah sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, kapal yang mengangkut sekitar 150 penumpang tiba-tiba terasa goyangan hebat. Air mulai masuk ke dalam kapal melalui bagian geladak bawah. Penumpang panik ketika menyadari kapal mulai miring ke sisi kiri.

Kondisi Kacau Balau di Dalam Kapal

Dalam lima menit terakhir sebelum tenggelam, suasana di dalam KM Virgo menjadi sangat kacau. Penumpang berebut menuju ke bagian atas kapal dalam upaya menyelamatkan diri. Beberapa penumpang melompat ke laut tanpa peralatan keselamatan, sementara yang lain berusaha mencapal perahu darurat yang jumlahnya jauh dari memadai.

"Saya melihat air semakin naik cepat. Orang-orang berteriak minta tolong. Beberapa anak-anak menangis histeris. Awak kapal juga tampak panik dan tidak tahu harus melakukan apa," kata Ahmad, salah satu penumpang yang berhasil diselamatkan.

Kapal yang seharusnya membawa maksimal 100 penumpang ini kelebihan muatan. Kondisi ini memperparah situasi ketika air mulai masuk. Beberapa penumpang melaporkan bahwa pintu keluar beberapa bagian kapal terkunci, menyulitkan evakuasi.

Upaya Penyelamatan Terlambat

Upaya penyelamatan baru dimulai sekitar lima belas menit setelah kapal mulai terasa miring. Kapal penolong tiba di lokasi kejadian namun situasi sudah sangat kritis. Beberapa penumpang yang masih bisa berenang mencoba menarik diri menuju kapal penolong, namun kondisi air yang deras membuat usaha ini menjadi sangat berat.

Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, dan Polri berhasil menyelamatkan 87 penumpang. Namun, 27 orang dinyatakan tewas, termasuk seorang anak berusia 5 tahun. Dua penumpang lainnya masih dalam pencarian hingga Senin (17/7).

Investigasi dan Tindakan Tindak Lanjut

Pihak berwenang telah memulai investigasi menyeluruh mengenai penyebab tenggelamnya KM Virgo. Awal dugaan menunjukkan bahwa kapal mengalami kebocoran di bagian lambung. Namun, pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang berkontribusi, seperti kelebihan muatan atau kelalaian dari awak kapal.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan inspeksi mendadak terhadap seluruh kapal penumpang yang melayani rute Jakarta-Kepulauan Seribu. Pemerintah juga akan mengevaluasi kembali sistem pengawasan terhadap operasional kapal di wilayah tersebut.

"Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Kami akan memastikan bahwa tidak ada lagi korban jiwa dalam kecelakaan pelayaran di masa depan," ujar Budi Karya dalam konferensi pers usai mengunjari korban.

Keluarga korban yang kehilangan anggota keluarga di tragedi ini menerima dukungan penuh dari pemerintah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan bantuan dana untuk para korban dan keluarga yang terkena dampak kejadian ini.

Tragedi KM Virgo menjadi pengingat yang menyakitkan akan pentingnya keselamatan dalam pelayaran. Dengan jumlah korban jiwa yang signifikan, insiden ini pasti akan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak terkait dalam mengantisipasi kecelakaa serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter