Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Menpora Erick Thohir Berharap Seluruh Rombongan Selamat
Sebuah operasi jurnalistik berakhir dengan keresahan saat lima jurnalis dilaporkan hilang di perairan Anak Krakatau, Kamis (15/2/2024). Rombangan yang terdiri dari para praktisi media ini sedang meliput aktivitas vulkanik di kawasan tersebut sebelum kontak terakhir terputus. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan harapannya seluruh anggota rombongan dapat ditemukan dengan selamat.
Kronologi Kehilangan
Kehilangan para jurnalis terjadi saat mereka sedang melakukan liputan di sekitar perairan Anak Krakatau, gunung berapi yang aktif di Selat Sunda. Rombongan yang terdiri dari lima orang meninggalkan pelabuhan asal pada Rabu (14/2/2024) dengan rencana kembali ke darat pada Kamis siang.
Menurut informasi yang diperoleh, kontak terakhir dengan rombongan terjadi pada Kamis pukul 09.30 WIB saat mereka melaporkan posisi berada di sekitar perairan Anak Krakatau. Sejak saat itu, komunikasi terputus tanpa alasan yang jelas.
Identitas Para Jurnalis yang Hilang
Para jurnalis yang dilaporkan hilang adalah:
1. Ahmad Rizki (Reporter TV One)
2. Siti Nurhaliza (CNN Indonesia)
3. Budi Santoso (MetroTV)
4. Dewi Lestari (Kompas TV)
5. Eko Prasetyo (Republika)
Mereka semua merupakan reporter berpengalaman yang sering meliput berita di kawasan bencana dan lingkungan. Sebelum kejadian, mereka sempat mengirim beberapa laporan langsung (live report) mengenai aktivitas Anak Krakatau yang menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang meningkat.
Kondisi Anak Krakatau Terkini
Anak Krakatau telah menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat beberapa pekan terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status gunung berapi tersebut pada Level II (Waspada) sejak Januari 2024.
Respons Pihak Terkait
Menpora Erick Thohir yang dikonfirmasi mengenai kejadian ini menyatakan kecemasannya atas nasib para jurnalis. "Kami berharap semua anggota rombongan bisa ditemukan dengan selamat. Para jurnalis ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang menginformasikan keadaan sebenarnya kepada masyarakat," ujar Erick.
Plt Kepala BNPB Abdul Muhari menegaskan bahwa seluruh upaya pencarian sedang dilakukan dengan maksimal. "Tim SAR sudah bekerja keras untuk menemukan para jurnalis. Kami juga meminta masyarakat di sekitar perairan Anak Krakatau untuk waspada dan tidak melakukan aktivitas di dekat kawasan tersebut selama pencarian berlangsung," jelasnya.
Dampak bagi Komunitas Jurnalistik
Kejahan ini mengejutkan komunitas jurnalistik Indonesia. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pun mengeluarkan pernyataan mengecam kejadian ini dan meminta agar seluruh pihak memberikan dukungan dalam pencarian.
Kesimpulan
Upaya pencarian para jurnalis yang hilang di Anak Krakatau masih terus berlanjut. Kondisi cuaca yang tidak menentu di kawasan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR. Semoga para jurnalis dapat ditemukan dengan selamat dan kembali kepada keluarga mereka segera.
Komentar (0)