KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Prabowo: Ini Kekuatan yang Kita Butuhkan
KTT BRICS 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, menghasilkan deklarasi penting yang menandakan semakin kuatnya kerja sama antar negara-negara berkembang dalam menghadapi tantangan global. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut dan menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kekuatan kolektif yang diwakili oleh blok ekonomi ini.
Deklarasi New Delhi, yang ditandatangani oleh para pemimpin negara anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), menyoroti berbagai isu global mulai dari ketahanan ekonomi, perubahan iklim, hingga reformasi tatanan internasional yang lebih adil. Dokumen ini mencerminkan komitmen negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang demi menghadapi dominasi ekonomi dan politik negara-negara Barat yang telah lama berkuasa.
Komitmen BRICS untuk Menghadapi Ketidaksetaraan Global
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa deklarasi hasil KTT BRICS 2026 ini menunjukkan komitongan kuat dari negara-negara anggota dalam membangun tatanan internasional yang lebih adil dan merata. Menurutnya, BRICS telah membuktikan diri sebagai kekuatan alternatif yang mampu memberikan solusi bagi tantangan global yang dihadapi negara-negara berkembang.
"BRICS adalah kekuatan yang kita butuhkan untuk menghadapi ketidaksetaraan dalam struktur global saat ini," ujar Presiden Prabowo seusai pertemuan. Ia menambahkan bahwa Indonesia, sebagai negara anggota dengan populasi terbesar di ASEAN, berkomitmen untuk memainkan peran aktif dalam mewujudkan visi BRICS yang lebih inklusif dan representatif.
Deklarasi New Delhi juga menyoroti pentingnya reformasi lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Para pemimpin BRICS sepakat bahwa lembaga-lembaga tersebut perlu direformasi agar lebih representatif terhadap kepentingan negara-negara berkembang yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan negara-negara maju.
Perluasan Anggota dan Masa Depan BRICS
Pertemuan di New Delhi juga membahas potensi perluasan anggota BRICS yang saat ini masih terbatas pada lima negara. Beberapa negara seperti Iran, Uni Emirat Arab, dan Ethiopia telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan blok ekonomi ini. Presiden Prabowo menyambut baik rencana perluasan ini, dengan catatan bahwa proses harus dilakukan secara hati-hati untuk memastikan kesinambungan dan komitmen semua anggota.
"Kita perlu memastikan bahwa setiap negara yang bergabung benar-benar berbagi visi dan komitmen yang sama dengan BRICS," tambahnya. Ia menyoroti bahwa perluasan anggota bukan sekadar soal jumlah, tetapi lebih pada kualitas dan komitmen terhadap nilai-nilai yang dianut oleh blok ekonomi ini.
Salah satu isu utama dalam deklarasi New Delhi adalah pengembangan sistem pembayaran alternatif yang tidak bergantung pada dolar AS. Para pemimpin BRICS sepakat untuk mempercepat implementasi sistem pembayaran yang menggunakan mata uang lokal dalam transaksi antar negara anggota. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat yang dinilai tidak lagi representatif.
Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi
Deklarasi hasil KTT BRICS 2026 juga menyoroki pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi dan teknologi antar negara anggota. Rencana untuk membentuk zona perdagangan bebas BRICS menjadi salah satu agenda prioritas yang dibahas dalam pertemuan. Indonesia, dengan posisi strategis di kawasan Asia Pasifik, diharapkan dapat menjadi jembatan antara BRICS dengan negara-negara lain di ASEAN.
Presiden Prabowo juga menyoroki pentingnya kolaborasi dalam bidang teknologi, khususnya pengembangan teknologi digital dan inovasi. Menurutnya, negara-negara BRICS perlu bekerja sama untuk mengurasi ketergantungan pada teknologi asing dan membangun ekosistem teknologi yang independen.
"Kita memiliki sumber daya manusia yang besar dan potensi ekonomi yang signifikan. Yang kita butuhkan adalah sinergi dan kolaborasi untuk mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan nyata," ujar Presiden Prabowo menutup pidatonya.
KTT BRICS 2026 di New Delhi dianggap sebagai tonggak penting bagi perkembangan blok ekonomi ini. Dengan dikeluarkannya deklarasi yang komprehensif dan visi yang jelas, BRICS diprediksi akan semakin memperkuat posisinya sebagai kekuatan alternatif dalam tatanana global, dengan Indonesia memainkan peran yang semakin signifikan dalam memengaruhi arah kebijakan global.
Komentar (0)