Kronologi Pria yang Tendang Wanita di Sency Ditangkap, Sempat Mengelak
Sebuah insiden kekerasan terjadi di kawasan Sency yang menghebohkan masyarakat. Seorang pria berinisial AR (35) ditangkap polisi usai merebut tas seorang wanita dengan cara tendangan. Peristiwa ini berlangsung pada hari Sabtu (15/1) sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Sudirman, tepatnya depan sebuah minimarket yang ramai dikunjungi.
Korban bernama Siti (28) adalah seorang karyawan swasta yang sedang pulang kerja. Menurut keterangan Siti, ia sedang berjalan kaki menuju halte bus untuk pulang ke rumahnya. Tiba-tiba, AR muncul dari arah belakang dan menendang kakinya hingga terjatuh. Saat itu, Siti sedang membawa tas yang berisi laptop dan dokumen penting.
"Saya tiba-tiba terdorong dan terjatuh. Saat itu saya merasa ada yang menendang kaki saya. Kemudian saya melihat pria itu langsung mengambil tas saya dan kabur," kata Siti saat ditemui di Mapolres setelah melakukan pengaduan.
Setelah melihat tasnya direbut, Siti langsung berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut segera mengejar pelaku. AR sempat berhasil melarikan dira sejauh 50 meter sebelum akhirnya ditangkap oleh warga dan diserahkan ke pihak kepolisian.
Penangkapan dan Pemeriksaan
Kepala Polsek Sency, Kompol Budi Santoso mengatakan bahwa pelaku AR ditangkap di dekat lokasi kejadian. "Pelaku berhasil kita amankan setelah warga mengejarnya. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku butuh uang untuk membeli minuman keras," jelas Budi.
AR mengaku bahwa ia sudah merencanakan aksi itu sebelumnya. Ia mengaku sering melihat wanita-wanita yang berjalan sendirian di jam-jam tersebut dan membawa tas bernilai tinggi. "Saya tidak sengaja melihat korban membawa tas yang bagus. Saya tergoda dan akhirnya melakukan itu," ujar AR saat diperiksa polisi.
Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita tas milik korban yang berisi laptop, dua handphone, dan beberapa dokumen penting. Barang bukti tersebut telah diserahkan kembali kepada korban setelah dilakukan pemeriksaan.
Motif dan Alasan Pelaku
Menurut hasil pemeriksaan, AR adalah seorang pengangguran yang tinggal di daerah pinggiran kota. Ia mengaku sudah dua minggu tidak bekerja dan uangnya habis untuk membeli narkoba. Sebelumnya, AR pernah ditangkap polisi karena kasus pencuran pada tahun 2018.
"Saya merasa menyesali atas perbuatannya. Saya tidak sengaja melakukannya. Saat itu kondisi saya tidak dalam keadaan sadar karena sudah minum minuman keras," ucap AR dengan menunduk.
Kepala Unit Reskrim Polsek Sency, Ipda Ahmad Fauzi menambahkan bahwa AR sempat mengelak saat ditanya motifnya melakukan perbuatan tersebut. Awalnya, AR mengaku tidak sengaja menabrak korban dan tas korban terjatuh. Namun, setelah ditunjukkan bukti rekaman CCTV dari minimarket sebelah, AR akhirnya mengakui perbuatannya.
"Rekaman CCTV menunjukkan jelas bagaimana pelaku menendang korban dan mengambil tasnya. Kita sudah meminta rekaman tersebut sebagai bukti," jelas Ahmad.
Tanggapan Polisi dan Masyarakat
Kepala Polres setempat, AKBP Eko Prihanto menyatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku atas perbuatannya. "Kasus ini akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Kekerasan terhadap perempatan tidak akan kami toleransi," ujar Eko.
Ia menambahkan bahwa polisi akan meningkatkan patroli di daerah-daerah rawan kejahatan, terutama di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari. "Kami akan kordinasi dengan pihak swasta dan warga untuk meningkatkan keamanan di sekitar minimarket, pusat perbelanjaan, dan halte bus," tambahnya.
Sementara itu, warga setempat menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Maya (32), warga yang tinggal dekat lokasi kejadian mengatakan, "Ini sudah kejadian kedua di sekitar sini. Semoga polisi bisa lebih waspada dan mengawasi daerah ini," ujarnya.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran akan keamanan diri, terutama bagi perempuan yang beraktivitas di luar rumah. Berbagai pihak meminta agar masyarakat bisa lebih waspada dan segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan hal mencurigakan.
Komentar (0)