17, 2026
Nasional

Korban Selamat Ungkap Detik-detik Mencekam Kapal Virgo Miring hingga Tenggelam

Ahmad Saudi, korban selamat Kapal Virgo Transport 8, menceritakan detik-detik kepanikan saat kapal miring. Banyak penumpang terjebak di dalam.]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Korban Selamat Ungkap Detik-detik Mencekam Kapal Virgo Miring hingga Tenggelam

Korban Selamat Ungkap Detik-detik Mencekam Kapal Virgo Miring hingga Tenggelam

Para korban selamat dari tenggelamnya kapal motor Virgo memberikan kesaksian mengejutkan mengenai detik-detik mencekam saat kapal itu mulai miring hingga akhirnya tenggelam di perairan Selat Sunda. Dengan wajah pucat dan suara gemetar, mereka menceritakan bagaimana kebiasaan biasa berlayar berubah menjadi mimpi buruk dalam sekejap.

Kapal Virgo yang mengangkut 30 penumpang dan 12 awak kapal itu tenggelam pada Sabtu (15/1) sekitar pukul 14.00 WIB saat dalam perjalanan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Java. Menurut laporan awal, kecelakaan bermula saat cuaca tiba-tiba buruk dengan gelombang setinggi 4-5 meter disertai angin kencang.

Kondisi Mendadak Buruk

"Cuaca tiba-tiba berubah drastis. Awalnya laut masih tenang, tiba-tiba saja angin bertiup kencang dan gelombang membesar," ujar salah satu korban selamat, Ahmad (45), yang selamat dengan berpegangan pada drum kosong.

Menurut Ahmad, pada pukul 13.30 WIB, awak kapal sempat mengumumkan bahwa cuaca akan buruk dan meminta semua penumpang untuk kembali ke dalam kapal. Namun, beberapa saat kemudian, kapal mulai terguncang hebat hingga beberapa penumpang panik.

"Saya lihat ada beberapa penumpang yang langsung panik dan mencoba melompat ke laut. Air mulai masuk ke dalam kapal dengan cepat," tambah Ahmad sambil menunjukkan bekas luka di lengannya yang diduga saat tergesekan saat kapal miring.

Miring hingga Tenggelam

Kisah serupa disampaikan oleh korban lain, Siti (32). Menurutnya, kapal mulai miring dengan tajam sekitar 15 menit setelah cuaca buruk. "Kapal miring hingga 45 derajat. Beban di kapal terlalu banyak dan distribusi berat tidak merata," ujarnya.

Siti menceritakan bagaimana dia dan beberapa penumpang lain berusaha keras untuk tetap berada di dek atas saat kapal mulai miring. Namun, upaya mereka sia-sia karena air terus menerus masuk ke dalam kapal.

"Saya melihat kapal mulai tenggelam perlahan. Beberapa penumpang mencoba melompat ke laut, tapi gelombang sangat besar. Saya hanya bisa berdoa dan berpegangan pada kursi di dek," kenangnya sambil meneteskan air mata.

Evakuasi Darurat

Menurut kesaksian beberapa korban, evakuasi darurat dilakukan dengan tidak terorganisir. Banyak penumpang yang tidak mendapat bantuan dari awak kapal karena kondisi yang kacau.

"Awak kapal juga panik. Saya melihat beberapa dari mereka memakai pelampung dan langsung melompat ke laut. Tidak ada yang mengatur evakuasi," kata Budi (28), seorang penumpang yang selamat.

Budi mengungkapkan bahwa dia selamat dengan cara berpegangan pada sebuah ban mobil yang terlepas dari kapal. Dia bersama beberapa penumpang lain mengapung di laut selama sekitar dua jam sebelum diselamatkan oleh nelayan setempat.

Upaya Pencarian dan Penyelamatan

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polri segera melakukan pencarian setelah menerima laporan kapal tenggelam. Dalam operasi yang berlangsung hingga tengah malam, tim berhasil menyelamatkan 32 orang, sementara 10 orang dinyatakan hilang.

Para korban selamat dilarikan ke beberapa rumah sakit di wilayah Serang dan Pandeglang untuk mendapat perawatan. Mayoritas korban mengalami luka ringan seperti lecet, patah tulang, dan hipotermia akibat terlalu lama mengapung di laut.

Investigasi Sedang Berlangsung

Pihak berwenang telah memulai investigasi menyeluruh mengenai penyebab tenggelamnya kapal Virgo. Beberapa yang menjadi perhatian adalah kondisi kapal, muatan yang dibawa, dan kompetensi awak kapal.

Sementara itu, keluarga korban yang selamat maupun yang masih dinyatakan hilang terus menunggu informasi di pelabuhan. Pemerintah setempat menyediakan tenda darurat dan bantuan psikososial bagi para korban dan keluarga mereka.

Tenggelamnya kapal Virgo kembali menyoroti masalah keselamatan pelayaran di Indonesia. Sejumlah pihak meminta pemerintah untuk lebih ketat dalam mengawasi operasional kapal penumpang, terutama yang mengoperasikan di jalur-jalur rawan bencana alam.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter