Keluarga ABK yang Hilang Bersama 5 Jurnalis di Anak Krakatau Menanti Kabar Baik
Menjelang hari ketiga pencarian, keluarga korban kapal motor KM Sabuk Nusantara yang tenggelam di perairan Anak Krakatau masih dalam keadaasaan bingung dan menanti kabar baik. Kapal yang membawa 18 orang, termasuk 5 awak kapal (ABK) dan 13 penumpang yang terdiri dari 5 jurnalis dan 8 awak kapal lainnya, dinyatakan tenggelam pada Sabtu (25/11) lalu. Sejauh ini, tim SAR telah berhasil menemukan 6 jenazah namun masih 12 korban lainnya yang dalam status hilang.
Kisah Tragis di Tengah Laut
KM Sabuk Nusantara yang berlayar dari Pelabuhan Teluk Betung, Lampung menuju Pulau Sebesi, Lampung Selatan, dilaporkan tenggelam sekitar pukul 09.00 WIB pada Sabtu (25/11). Berdasarkan keterangan saksi, kapal yang membawa 5 jurnalis dari berbagai media ini mengalami masalah mesin sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.
Para jurnalis yang menjadi penumpang kapal tersebut sedang dalam agenda peliputan untuk mengenang 116 tahun letusan Gunung Krakatau yang mengguncang dunia pada tahun 1883. Mereka berniat meliput kondisi Anak Krakatau yang kini kembali aktif.
Upaya Pencarian Berlanjut
Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan nelayan setempat terus melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya KM Sabuk Nusantara. Hingga Senin (27/11), tim SAR telah melakukan 4 kali putaran pencarian dengan memanfaatkan 2 kapal patroli dan 1 pesawat udara.
Keluarga Korban dalam Tegang
Kondisi psikologis keluarga korban yang masih menunggu kabar diperkirakan sangat memprihatinkan. Seorang istri dari salah seorang ABK yang enggan disebut namanya mengaku tidak bisa tidur maupun makan sejak kapal yang ditumpanginya suami dinyatakan tenggelam.
Sementara itu, keluarga dari salah seorang jurnalis yang menjadi korban juga masih dalam keadaa bingung. Mereka tidak mengetahui detail mengenai agenda peliputan yang sedang dijalani oleh sanak keluarga mereka.
Identitas Korban yang Telah Ditemukan
Dari 6 jenazah yang telah ditemukan, 5 di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Korban yang telah diidentifikasi adalah Eka (45), ABK kapal, Siti Aminah (38), penumpang, serta tiga jurnalis dari media lokal, yaitu Budi Santoso (40), Rina Wati (35), dan Ahmad Fauzi (42).
Sedangkan satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi di RSUD Krakatau, Cilegon. Sementara itu, 12 korban lainnya masih dalam status hilang dan tim SAR terus memperluas area pencarian.
Duka dan Syukur di Tengah Tragedi
Di tengah duka mendalam, beberapa keluarga korban menunjukkan sikap tabah dan bersyukur. Seorang anak dari salah seorang ABK yang selamat mengaku bersyukur karena masih memiliki kesempatan bertemu dengan ayahnya meskipun dalam kondisi yang tidak diinginkan.
Pihak berwenang meminta agar masyarakat tetap tenang dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Pencarian korban yang masih hilang akan terus dilakukan hingga semua korban ditemukan, baik dalam keadaan selamat maupun tidak.
Komentar (0)