Kebakaran melanda Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan menghanguskan sejumlah rumah tradisional khas Suku Sasak. Peristiwa itu memusnahkan benda-benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya, termasuk keris pusaka dan naskah-naskah kuno yang selama ini dijaga turun-temurun oleh masyarakat adat setempat.
Warisan Budaya Sasak yang Tak Tergantikan
Bagi masyarakat Sasak, keris bukan sekadar senjata tradisional, melainkan simbol status, kehormatan, dan penjaga ingatan keluarga. Begitu pula naskah-naskah kuno yang ikut terbakar. Catatan itu memuat kisah perjalanan leluhur, tata adat, hingga ilmu pengetahuan tradisional yang jarang terdokumentasi di tempat lain. Hilangnya benda pusaka tersebut dinilai menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi pemiliknya, tetapi juga bagi khazanah budaya NTB secara keseluruhan.
Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya paling ikonik di Pulau Lombok. Rumah-rumah lumbung beratap alang-alang, aktivitas menenun kain khas, serta kehidupan adat yang masih dijalankan sehari-hari menjadikan desa ini magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kebakaran ini dikhawatirkan mengganggu roda pariwisata yang menjadi sumber penghidupan banyak warga. Para perajin tenun dan pemandu wisata yang bergantung pada kunjungan wisatawan kini menanti kepastian pemulihan. Meski demikian, kehidupan adat yang autentik sebagai daya tarik utama desa diyakini tetap bertahan.
Warga setempat bersama aparat berupaya memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain. Mereka juga bergotong royong menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dijangkau, meski sebagian besar pusaka disebutkan telah hangus. Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan tokoh adat segera hadir memberikan pendampingan, baik untuk pemulihan ekonomi warga maupun penyelamatan sisa benda budaya yang masih mungkin diselamatkan.
Musibah ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap warisan budaya, terutama di desa adat yang menyimpan nilai sejarah tinggi. Bagi NTB, Desa Adat Sade bukan sekadar objek wisata, melainkan identitas dan kebanggaan masyarakat Sasak yang harus dijaga bersama. Di tengah duka, harapan besar disematkan agar pemulihan berjalan cepat dan kearifan lokal yang menjadi jiwa desa itu tetap lestari.
Komentar (0)