Kebakaran Bedeng Logistik Proyek Dekat RS PIK, Asap Pekat Membumbung
Sebuah kebakaran terjadi di area bedeng logistik proyek yang berdekatan dengan Rumah Sakit Pondok Indah (RS PIK), Jakarta Barat, Rabu (15/3) siang. Api yang diduga berasal dari material pembakaran liar tersebut dengan cepat meluas dan mengakibatkan asap pekat membumbung tinggi hingga beberapa kilometer jaraknya.
Kepala Polda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran mengkonfirmasi adanya kejadian kebakaran tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut dilaporkan sekitar pukul 13.30 WIB. "Kebakaran terjadi di area proyek yang sedang dibangun di dekat RS PIK. Api dengan cepat membesar akibat banyaknya material yang mudah terbakar," kata Fadil dalam konferensi pers singkat.
Dari rekaman video yang beredar, terlihat asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara. Beberapa warga di sekitar lokasi terlihat mengungsi sambil menutupi hidung dengan masker atau kain karena bau asap yang menusuk. Beberapa kendaraan yang melintas di jalan protokol sekitar lokasi juga terpaksa melambat karena penglihatan terbatas akibat asap.
Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo mengatakan tim pemadam kebakaran sudah diterjunkan ke lokasi. "Kami mengerahkan 20 unit mobil pemadam kebakaran dan 60 personel untuk menangani kejadian ini. Selain itu, kami juga melibatkan tim SAR dan Polri untuk membantu evakuasi dan pengaturan lalu lintas," ujar Sambodo.
Upaya Pemadaman Berlangsung Sulit
Upaya pemadaman api mengalami hambatan karena lokasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran. "Area kebakaran berada di tengah proyek yang masih dalam tahap pembangunan. Beberapa kendaraan kita masih harus berjalan di atas tanah yang belum diaspal sehingga memperlambat proses pemadaman," jelas Sambodo.
Api berhasil dikendalikan setelah sekitar tiga jam usai tim pemadam kebakaran berhasil masuk ke titik api. Namun, proses pendinginan masih berlangsung hingga malam hari untuk mencegah api membara kembali. "Kami masih melakukan pendinginan di area sekitar titik api untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa yang dapat memicu kebakaran kembali," tambahnya.
Tidak Ada Korban Jiwa, RS PIK Tetap Bisa Beroperasi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun, dua pekerja konstruksi yang berada di sekitar lokai mengalami luka ringan akibat terkena asap dan harus mendapat perawatan di RS PIK.
Dr. Ahmad Zaki, Kepala RS PIK, menjelaskan bahwa rumah sakit tetap beroperasi normal meskipun berdekatan dengan lokasi kebakaran. "Kami sudah mengaktifkan sistem pengendali asap dan udara di seluruh gedung untuk mencegah asap masuk ke area perawatan. Selain itu, kami juga memberikan masker gratis bagi pasien dan pengunjung yang membutuhkan," ujar Dr. Zaki.
Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan koordinasi dengan tim pemadam kebakaran untuk memastikan keamanan pasien dan tenaga medis. "Kami juga menyiapkan ruang isolasi sementara jika diperlukan bagi pasien yang memiliki riwayat masalah pernapasan akibat asap," tambahnya.
Pemerintah Lokal Investigasi Penyebab Kebakaran
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, mengatakan pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. "Kami akan menyelidiki apakah kebakaran ini disebabkan oleh kelalaian manusia atau ada faktor lain. Kami juga akan memeriksa apakah perizinan proyek tersebut sudah lengkap dan memenuhi standar keamanan," jelas Uus.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menindak tegas jika ternyata ada pelanggaran dalam proses pembangunan yang berpotensi membahayakan. "Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih memperhatikan aspek keamanan dalam setiap proyek pembangunan di Jakarta," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Irfan Suryawan, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area proyek konstruksi yang banyak menyimpan material mudah terbakar. "Kami juga akan melakukan pengecekan ke seluruh proyek pembangunan di Jakarta untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan kebakaran," kata Irfan.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tim gabungan dari Polri, pemadam kebakaran, dan pemerintah daerah masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait peristiwa ini.
Komentar (0)