Kapal Virgo Transport Angkut 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa
Informasi tentang kapal penumpang Virgo Transport yang hilang kontak di perairan Laut Jawa telah memicu kecemasan luas. Kapal ini diketahu mengangkut 243 orang, terdiri dari 222 penumpang dan 21 awak, sejak Senin (19/6/2023) lalu. Kondisi kapal hingga kini belum diketahui secara pasti.
Kapal feri yang beroperasi rute Semarang-Bali ini dilaporkan hilang kontak pada Rabu (21/6/2023) pukul 14.30 WIB. Terakhir kali posisi kapal tercatat berada di perairan Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah. Sejak itu, tidak ada lagi komunikasi dari kapal Virgo Transport.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Basarnas Jaya, Agus Purnomo, mengatakan bahwa tim SAR telah dikerahkan untuk mencari kapal yang hilang kontak tersebut. "Tim SAR dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan Badan SAR Nasional telah memulai pencarian sejak Rabu sore," ujar Agus.
Pencarian dilakukan dengan menggunakan beberapa kapal patroli pesawat, dan helikopter. Area pencarian difokuskan di sekitar lokasi terakhir kali kapal Virgo Transport tercatat, yaitu perairan Kepulauan Karimunjawa dan sekitarnya. Namun, hingga Kamis (22/6/2023) malam, belum ada penemuan yang signifikan mengenai kapal atau penumpangnya.
Kronologi Hilangnya Kapal Virgo Transport
Berdasarkan keterangan dari pihak PT Pelayaran Nusantara Virgo, operator kapal Virgo Transport, kapal berbendera Indonesia ini berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Senin (19/6/2023) pukul 09.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Benoa, Bali. Kapal diperkirakan tiba di tujuan pada Selasa (20/6/2023) pukul 20.00 WIB.
Terakhir kali komunikasi dengan kapal terjadi pada Rabu (21/6/2023) pukul 09.30 WIB. Saat itu, kapal dilaporkan dalam kondisi normal dan berada di perairan Laut Jawa. Namun, sejak pukul 14.30 WIB, kapal tidak lagi memberikan laporan posisi atau kondisi.
Pihak keluarga para penumpang mulai merasa cemas ketika kapal tidak tiba di Pelabuhan Benoa sesjadwal. Beberapa keluarga penumpang langsung datang ke kantor operator di Semarang untuk mengetahui kepastian nasib kerabat mereka.
Kondisi Cuaca dan Kemungkinan Penyebab
Dilansir dari BMKG, wilayah Laut Jawa, khususnya di sekitar Kepulauan Karimunjawa, pada Rabsi (21/6/2023) mengalami kondisi cuaca yang tidak baik. Arus laut cukup kuat dengan ketinggian gelombang mencapai 2-4 meter. Adanya potensi angin kencang dan hujan lebat menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi.
Kepala Bidang Pelayaran Kementerian Perhubungan, Budi Santoso, mengatakan bahwa kondisi cuaca buruk menjadi salah satu kemungkinan penyebab kapal mengalami masalah. "Kami sedang menyelidiki kemungkinan kapal terkena badai atau terombang-ambing di tengah laut," jelas Budi.
Selain itu, tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan manusia atau kerusakan mesin yang menyebabkan kapal kehilangan kendali. Pihak Kementerian Perhubungan telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab pasti hilangnya kapal Virgo Transport.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan evakuasi dan pencarian korban. "Kami meminta seluruh unsur terkait untuk bekerja maksimal dalam mencari dan menolong para penumpang kapal Virgo Transport," ujar Ganjar.
Di sisi lain, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah mengirimkan kapal survei untuk membantu proses pencarian. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, memastikan bahwa semua pihak terkait bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini.
Kapal Virgo Transport adalah kapal feri jenis Ro-Ro (Roll On-Roll Off) dengan panjang 85 meter dan lebar 18 meter. Kapal ini memiliki kapasitas penumpang 400 orang dan 70 kendaraan roda empat. Kapal ini telah beroperasi sejak tahun 2007.
Bagi keluarga korban yang membutuhkan informasi, pihak Basarnas telah menyediakan nomor darurat 115. Selain itu, pusat informasi juga dibuka di kantor operator kapal di Semarang dan di kantor Basarnas Jakarta.
Kasus hilangnya kapal Virgo Transport menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Semoga para penumpang dan awak kapal ditemukan dalam keadaan selamat dan segera dievakuasi.
Komentar (0)